Bisnis

Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Hubungkan Enam Moda Transportasi

×

Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Hubungkan Enam Moda Transportasi

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merealisasikan pembangunan pedestrian deck atau jembatan layang pejalan kaki berbentuk cincin di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menghubungkan enam moda transportasi sekaligus guna memudahkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan integrasi transportasi publik.

Pembangunan jembatan yang dikenal dengan sebutan jembatan cincin donat itu menjadi bagian dari upaya menciptakan konektivitas antarmoda yang lebih baik di kawasan transit terbesar di ibu kota. Selain memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi umum, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Dukuh Atas.

Mengutip dari detikfinance, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan jembatan tersebut tidak akan menggeser posisi Patung Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi ikon kawasan tersebut. Ia juga menyebut proyek itu ditargetkan selesai paling lambat pada 2028.

“Selesainya kapan? Paling lama tahun depan bulan Juni, 22 Juni tahun depan 500 (tahun) Jakarta sudah harus selesai. Oh, sudah ditawar 2028. Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti sudah kelihatan banget lah,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Minggu, (21/6).

Baca juga: Grand Sayang Kaak: Keindahan Alam, Adrenalin, dan Jembatan Kaca di Ciamis

Menurut Pramono, keberadaan pedestrian deck akan mempermudah masyarakat saat berpindah moda transportasi tanpa harus menghadapi cuaca panas maupun hujan. Fasilitas tersebut akan menghubungkan MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, Transjakarta, Commuter Line (KRL), hingga kereta bandara.

“Dengan demikian Dukuh Atas akan ada MRT, LRT baik yang oleh pemerintah DKI Jakarta maupun oleh pemerintah pusat kemudian kereta bandara, kemudian Transjakarta, KCI. Jadi ada 6,” beber Pramono.

Ia menambahkan, kawasan Dukuh Atas ke depan juga akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas publik yang terintegrasi. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM serta fasilitas pendukung perjalanan seperti layanan imigrasi dan check in penumpang.

“Katakanlah kalau nanti sudah selesai, barang-barang yang di oleh UMKM kita buat duty free dan sekaligus Saya akan meminta kepada OPD DKI Jakarta di tempat ini juga menjadi tempat untuk imigrasi dan check in. Dengan demikian saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup lebih mudah terintegrasi secara keseluruhan,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum, pembangunan jembatan tersebut juga diyakini dapat membantu mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Dukuh Atas, terutama pada jam sibuk.

Baca juga: Uji Nyali di Jembatan Gantung Terpanjang: Menaklukkan Ketinggian Rengganis Suspension Bridge

“Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? seperti kita ketahui bersama hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis lagi hujan setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini,” jelas Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan pendanaan proyek tersebut sepenuhnya berasal dari PT MRT Jakarta. Namun, pihaknya belum merinci nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta. Nilainya nanti kita sampaikan ya,” ujar Tuhiyat.

Dengan hadirnya pedestrian deck tersebut, kawasan Dukuh Atas diharapkan semakin menjadi pusat integrasi transportasi modern yang mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *