Berita

Duet KDM-Gus Muwafiq ‘Selami Gelapnya Malam’ di Tasikmalaya

71
×

Duet KDM-Gus Muwafiq ‘Selami Gelapnya Malam’ di Tasikmalaya

Share this article

TasikmalayaHitz

 


Safari Ramadan di Tasikmalaya: Kemeriahan dan Pesan Kepemimpinan KDM

Ribuan warga memadati Lapangan Desa Tanjungpura, Rajapolah, Tasikmalaya pada Rabu (25/2/2026) malam untuk menghadiri acara Safari Ramadan yang digelar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Acara bertajuk “Neuleuman Poekna Peuting” ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang menyambut kedatangan sang Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, KDM menyampaikan beberapa poin penting mengenai masa kepemimpinannya:

  • Fokus pada Rakyat Banyak: KDM secara jujur mengakui bahwa dirinya tidak mungkin bisa memuaskan semua orang. Namun, ia berkomitmen untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat luas melalui pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan.

  • Aksi Nyata: Beliau mencontohkan kepeduliannya saat menjemput belasan warga Jawa Barat yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di NTT, sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

  • Mandiri dan Konsisten: Menariknya, KDM menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini tidak menggunakan dana APBD. Ia ingin membuktikan bahwa kedekatannya dengan warga dilakukan secara konsisten, bukan hanya sekadar untuk mencari suara di masa kampanye.


Filosofi Puasa oleh Gus Muwafiq

Selain kehadiran Gubernur, acara ini juga diisi oleh ceramah dari Gus Muwafiq. Ulama kharismatik ini mengupas tuntas makna puasa dari sisi historis dan spiritual:

  1. Akar Budaya: Beliau menjelaskan bahwa istilah puasa berasal dari bahasa Sansekerta, “Upawasa”, yang menunjukkan bahwa tradisi menahan diri ini sudah ada di Nusantara jauh sebelum Islam masuk.

  2. Ibadah Universal: Gus Muwafiq menekankan bahwa puasa adalah ibadah lintas zaman dan lintas agama, mulai dari para nabi terdahulu hingga dipraktikkan dalam dunia medis (sebelum operasi).

  3. Pengendalian Diri: Inti dari puasa adalah mengendalikan nafsu dasar manusia, yaitu makan dan syahwat, agar manusia dapat hidup lebih tertata.


Apakah Anda ingin saya membuatkan ringkasan poin-poin ini dalam bentuk caption media sosial yang lebih ringkas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *