Tasikmalaya.Hitz – Curug Ciparay: Pesona Air Terjun Kembar di Tasikmalaya
Tasikmalaya, Jawa Barat, terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau. Salah satu permata tersembunyi yang sayang untuk dilewatkan adalah Curug Ciparay. Air terjun ini menawarkan panorama alam yang asri dan sejuk, menjadikannya destinasi ideal untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran.
Daya Tarik Curug Ciparay
Nama “Ciparay” berasal dari “ci” yang berarti air dan “paray” yang merujuk pada ikan kecil sejenis wader. Keunikan utama Curug Ciparay adalah dua aliran air terjun yang berdampingan, menciptakan pemandangan yang langka dan menawan. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga pengunjung bisa bermain air dengan lebih aman di kolam alaminya yang jernih.
Ketinggian air terjun ini sekitar 70 meter, dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang ditumbuhi pepohonan rindang. Suasana di sekitar curug sangat tenang, hanya terdengar suara gemericik air dan kicauan burung. Hal ini membuat Curug Ciparay cocok bagi Anda yang mencari ketenangan dari hiruk pikuk kota. Cipratan airnya yang halus menciptakan “hujan abadi” di sekitar area curug, membuat siapa pun yang mendekat akan merasa sejuk dan basah.
Fasilitas dan Biaya Masuk
Meskipun tergolong sebagai wisata alam, Curug Ciparay sudah memiliki beberapa fasilitas yang cukup memadai untuk kenyamanan pengunjung. Berikut adalah fasilitas yang tersedia:
- Area parkir: Tempat parkir yang cukup luas untuk motor dan mobil.
- Toilet dan mushola: Fasilitas dasar untuk kebutuhan pribadi dan ibadah.
- Warung makan: Tersedia warung-warung sederhana yang menjual makanan ringan, minuman, dan nasi untuk mengisi perut setelah lelah menjelajahi curug.
- Gazebo: Beberapa gazebo tersedia untuk bersantai sambil menikmati pemandangan.
- Pos penjagaan: Ada pos penjagaan di area masuk untuk memastikan keamanan pengunjung.
Untuk biaya masuk, Anda tidak perlu khawatir karena harganya sangat terjangkau. Biasanya, pengunjung hanya dikenakan biaya:
- Tiket masuk: Sekitar Rp 15.000 per orang.
- Biaya parkir motor: Sekitar Rp 3.000 – Rp 5.000.
- Biaya parkir mobil: Sekitar Rp 10.000.
Perlu diingat, harga ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya Anda menyiapkan uang lebih
Akses Menuju Curug Ciparay
Curug Ciparay berlokasi di Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Akses menuju lokasi ini bisa dibilang cukup menantang namun sangat sepadan dengan pemandangan yang ditawarkan.
Akses jalan menuju area parkir sudah cukup baik, dengan sebagian besar jalan telah dibeton. Namun, Anda harus bersiap menghadapi jalanan yang berkelok-kelok dan menantang. Setelah tiba di area parkir, petualangan yang sesungguhnya dimulai. Anda harus melanjutkan perjalanan dengan trekking sejauh sekitar 500 meter hingga 1 kilometer.
Jalur trekkingnya didominasi oleh turunan yang curam dan jalan setapak alami berupa tanah serta bebatuan. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam pedesaan yang asri dan udara segar. Suara gemuruh air terjun akan semakin jelas terdengar seiring Anda mendekat, menambah semangat untuk segera sampai di tujuan
Keindahan dan Keunikan Curug Ciparay
Sesampainya di lokasi, semua rasa lelah selama perjalanan akan terbayar lunas. Anda akan disambut oleh pemandangan dua air terjun yang megah dan saling berdekatan. Ketinggian air terjun ini bervariasi, sekitar 55 meter dan 75 meter, dengan debit air yang berbeda-beda. Cipratan airnya yang halus menciptakan “hujan abadi” di sekitar area curug, membuat siapa pun yang mendekat akan merasa sejuk dan basah.
Anda bisa melakukan berbagai aktivitas di sini, mulai dari berfoto dengan latar belakang air terjun yang dramatis, bermain air di tepi kolam alami yang jernih, hingga sekadar duduk santai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati keindahan alam. Namun, perlu diingat untuk tidak berenang terlalu dekat dengan jatuhnya air terjun karena arusnya cukup kuat dan berbahaya.
Tips Saat Berkunjung
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin karena jalur trekkingnya cukup menantang.
- Bawa pakaian ganti karena Anda pasti akan basah terkena cipratan air.
- Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau agar jalur trekking tidak licin dan air curug tidak terlalu keruh.
- Jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan hormati tradisi lokal dengan menjaga sikap dan ucapan selama berada di lokasi.



