Pendidikan

Mahasiswa Wajib Tahu! Dosen Universitas BSI Tekankan Pentingnya HAKI untuk Aplikasi Buatan Sendiri

117
×

Mahasiswa Wajib Tahu! Dosen Universitas BSI Tekankan Pentingnya HAKI untuk Aplikasi Buatan Sendiri

Share this article

TasikmalayaHitz, Di era digital yang semakin terbuka dan kompetitif, mahasiswa yang mengembangkan karya teknologi seperti aplikasi, sistem informasi, maupun perangkat lunak, perlu memahami bahwa
melindungi hak cipta karyanya adalah langkah krusial. Salah satunya dengan mendaftarkan Hak
Kekayaan Intelektual (HAKI) secara resmi.
Dosen Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, menyampaikan bahwa
masih banyak mahasiswa yang belum menyadari pentingnya perlindungan hukum terhadap karya
digital yang mereka buat.
“Sudah banyak mahasiswa yang bisa membuat aplikasi keren, tapi sayangnya tidak melindungi
karyanya. Akhirnya ketika ada yang meniru atau mengaku-aku, mereka tidak bisa berbuat apa
apa secara hukum,” jelas Bambang.
Menurutnya, HAKI bukan hanya dokumen formalitas, tetapi bentuk pengakuan negara atas hak
cipta karya yang sah milik seseorang. Dengan HAKI, mahasiswa bisa menunjukkan bukti
kepemilikan saat ingin bekerja sama dengan startup, pitching ke investor, atau mengikuti lomba
pengembangan aplikasi.
Universitas BSI Kampus Tasikmalaya sendiri telah mendorong mahasiswa untuk aktif
menghasilkan karya inovatif, termasuk melalui proyek tugas akhir, hackathon, dan program
kewirausahaan digital. Kampus juga memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran HAKI,
baik untuk karya aplikasi maupun produk lainnya.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta. Dan pencipta
harus tahu cara melindungi haknya,” tambah Bambang.
BSI Tasikmalaya, sebagai kampus teknologi dengan biaya kuliah yang terjangkau, terus
menanamkan nilai inovasi yang bertanggung jawab dan profesionalisme digital kepada
mahasiswanya.
“Kita tidak hanya membekali mahasiswa dengan coding skill, tapi juga dengan wawasan hukum
dan etika teknologi. Karena masa depan dunia kerja butuh kreator yang cerdas dan terlindungi,”
tutup Bambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *