Teknologi

InfraNexia Bidik Bisnis Konektivitas Antar-Data Center untuk Dukung AI

×

InfraNexia Bidik Bisnis Konektivitas Antar-Data Center untuk Dukung AI

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta  – InfraNexia membidik bisnis konektivitas antarpusat data atau data center-to-data center (DC-to-DC) untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan. Langkah ini dilakukan seiring proses pemisahan bisnis dan aset atau spin-off tahap kedua dari Telkom. Rabu (7/10)

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan kebutuhan para penyedia layanan komputasi skala besar atau hyperscaler akan dipetakan terlebih dahulu. Pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi InfraNexia dalam menentukan wilayah ekspansi jaringan.

“DC-to-DC connectivity akan menjadi salah satu fokus berikutnya,” kata Seno dalam sesi wawancara setelah paparan Telkom pada 30 September 2026, dikutip dari CNN Indonesia.

Baca juga: China Tawarkan Tur Teknologi Rp 264 Juta untuk Investor dan Pebisnis

Selain memperluas konektivitas, InfraNexia juga akan meningkatkan pemanfaatan aset serat optik yang dinilai masih memiliki tingkat utilisasi rendah. Perusahaan berencana menerapkan konsep carrier-neutral dengan membuka akses layanan bagi berbagai operator untuk memperluas pasar dan meningkatkan penggunaan jaringan.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd Rauf, mengatakan modernisasi infrastruktur menjadi salah satu prioritas setelah proses pemindahan aset. Modernisasi diperlukan agar infrastruktur perusahaan mampu mendukung perkembangan industri, termasuk AI, cloud computing, dan berbagai platform digital.

Baca juga: Trump dan Bos Perusahaan Teknologi Sepakati Keamanan Pengembangan AI

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyebut nilai aset atau segmen usaha wholesale yang dipisahkan dalam spin-off tahap kedua mencapai Rp49,9 triliun. Nilai tersebut merupakan nilai aset, bukan pendapatan atau penerimaan kas langsung bagi Telkom.

InfraNexia tetap berada di bawah kendali Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 99,9 persen. Pemisahan aset tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan bisnis, transparansi kinerja, serta membuka peluang pemanfaatan dan monetisasi aset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *