Teknologi

China Rombak Ribuan Jurusan Kuliah, Fokus Siapkan Talenta AI dan Industri Masa Depan

×

China Rombak Ribuan Jurusan Kuliah, Fokus Siapkan Talenta AI dan Industri Masa Depan

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Pemerintah China merombak ribuan program studi di perguruan tinggi dengan menghapus jurusan yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan industri dan membuka ribuan jurusan baru yang berfokus pada teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan pendidikan tinggi dengan target pembangunan nasional sekaligus menjawab tantangan pasar kerja yang terus berubah. Minggu (28/6).

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan laporan South China Morning Post, sepanjang periode 2021 hingga 2025, perguruan tinggi di China telah menghapus sekitar 12.200 program studi sarjana (S1) dan membuka sekitar 10.200 jurusan baru yang berbasis teknologi.

Perombakan tersebut terutama menyasar jurusan seni, humaniora, bahasa asing, dan manajemen. Bidang-bidang itu dinilai semakin kurang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, terlebih tingkat pengangguran pada sektor tersebut dilaporkan telah melampaui 16 persen akibat perubahan pasar kerja yang dipengaruhi perkembangan AI.

Baca Juga: Kenalkan Teknologi AI, UBSI Kampus Tasikmalaya Adakan Workshop Chatbot Telegram di SMAN 1 Cineam

Sebaliknya, pemerintah mendorong pembukaan jurusan yang mendukung sektor industri masa depan. Salah satunya adalah jurusan embodied intelligence, yakni teknologi AI yang terintegrasi dengan sistem fisik seperti robot dan perangkat otomatis, yang kini telah dibuka oleh sedikitnya sembilan universitas di China.

Langkah tersebut juga diambil di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lulusan dinilai kesulitan memperoleh pekerjaan karena kompetensi yang dimiliki tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Salah satu contoh datang dari University of Shanghai for Science and Technology yang menghentikan penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan Desain Produk. Seorang alumni menyebut perkembangan AI telah mengubah kebutuhan industri karena pekerjaan seperti pemodelan (modelling) dan rendering kini dapat dilakukan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Perubahan serupa dilakukan Communication University of China (CUC) di Beijing yang menggabungkan jurusan sinematografi dengan program produksi film dan televisi sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan industri kreatif digital.

Baca juga: Tim Teknologi Anda Perlu Belajar Improvisasi Jazz, Bukan Memainkan Partitur Klasik

Alumni CUC, Song Song, menilai perubahan kurikulum merupakan langkah yang diperlukan karena kebutuhan tenaga kerja di bidang produksi video telah berubah drastis seiring berkembangnya platform video pendek dan siaran langsung (live streaming).

Meski demikian, sejumlah pakar menilai perombakan jurusan saja belum cukup menjadi solusi jangka panjang. Peneliti senior National Institute of Education Sciences, Chu Zhahoui, mengatakan sistem pendidikan tinggi perlu lebih fleksibel agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Menurutnya, perguruan tinggi sebaiknya memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan karier sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih adaptif terhadap perubahan industri.

Perombakan besar-besaran ini menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat daya saing global di bidang teknologi sekaligus mengatasi persoalan lapangan kerja bagi jutaan lulusan baru di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *