Tasikmalayahitz.com, Hefei – China semakin dekat menguji teknologi fusi nuklir melalui proyek Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST), yang dikenal sebagai “matahari buatan”. Fasilitas yang dibangun di Hefei, Provinsi Anhui, China, tersebut diharapkan mampu mendemonstrasikan pembangkitan listrik dari reaksi fusi nuklir sekitar 2030. Selasa (13/10).
Baca juga: China Tawarkan Tur Teknologi Rp 264 Juta untuk Investor dan Pebisnis
Dikutip dari Kompas.com, kompleks fasilitas BEST dilaporkan telah selesai dibangun dan mulai digunakan. Sejumlah komponen utama telah dikirim ke lokasi sejak Juli 2026. Menurut laporan media pemerintah China, China Central Television (CCTV), perakitan mesin utama telah melampaui separuh dari total pekerjaan yang direncanakan dan kini memasuki tahap paling penting.

China menargetkan seluruh pembangunan BEST rampung pada akhir 2027. Setelah itu, para ilmuwan akan melakukan eksperimen fusi menggunakan bahan bakar deuterium dan tritium. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan teknologi fusi dalam menghasilkan energi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber listrik.
Baca juga: Bukan Cuma AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026
Teknologi matahari buatan dirancang untuk meniru proses yang terjadi di Matahari, yaitu fusi nuklir. Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) konvensional yang menghasilkan energi melalui pembelahan inti atom berat atau fisi, fusi menghasilkan energi dengan menggabungkan inti atom ringan. Jika berhasil dikembangkan, teknologi ini berpotensi menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang sangat rendah saat pembangkitan listrik berlangsung.

Namun, menciptakan reaksi fusi yang stabil di Bumi bukanlah hal mudah. Para ilmuwan tidak dapat mengandalkan gravitasi sebesar yang dimiliki Matahari untuk mempertahankan reaksi tersebut. Karena itu, BEST menggunakan medan magnet yang sangat kuat untuk menahan plasma, yakni gas yang dipanaskan hingga suhu ekstrem, agar tidak menyentuh dinding reaktor. Kontak plasma dengan dinding mesin dapat merusak komponen reaktor dan mengganggu proses fusi.
Baca juga: Tingkatkan Pemanfaatan Teknologi, Guru SDN Kramatjaya Ikuti Pelatihan Canva dan AI
Pengembangan BEST menjadi salah satu upaya China untuk memajukan teknologi energi fusi nuklir. Meski memiliki potensi sebagai sumber energi masa depan yang lebih rendah karbon, teknologi ini masih memerlukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas untuk pembangkitan listrik.



