TasikmalayaHitz, Tasikmalaya — Dalam rangka meningkatkan keterampilan anggota dalam mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Handicraft dari Sampah Plastik, yang diselenggarakan pada Jumat, 01 Agustus 2025, bertempat di lingkungan Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang.
Kegiatan ini diikuti oleh para anggota bank sampah dengan antusias tinggi, dan menghadirkan Ibu Dewi sebagai narasumber sekaligus instruktur pelatihan. Beliau membimbing peserta dalam membuat berbagai kerajinan tangan berbahan dasar sampah plastik, mulai dari tas, dompet, hingga hiasan rumah tangga yang menarik dan memiliki nilai jual.
Pelatihan ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Tahun Pendanaan 2025.
Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya untuk mengurangi limbah plastik, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin anggota tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga bisa memanfaatkannya menjadi produk kreatif dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Moch. Haerul Ihsan, selaku Direktur Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan peran masyarakat dalam ekonomi sirkular.
“Kami mendorong warga untuk tidak hanya menabung sampah, tapi juga mampu mengolahnya menjadi barang berguna. Ini adalah bentuk nyata kontribusi terhadap lingkungan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Peserta pelatihan menyambut kegiatan ini dengan antusias. Bu Erni, salah satu anggota bank sampah, menyampaikan,
“Saya sangat senang ikut pelatihan ini. Ternyata dari sampah plastik bisa dibuat tas yang cantik dan unik. Saya jadi semangat untuk terus berkreasi.”
Sementara itu, Pak Wawan mengaku pelatihan ini membuka peluang usaha baru baginya.
“Selama ini saya anggap plastik bekas itu cuma sampah. Ternyata bisa diubah jadi produk yang bisa dijual. Ini sangat bermanfaat,” jelas Wawan.
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi hasil karya peserta yang dipamerkan bersama, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berkarya dan mendukung gerakan lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat.



