Pengabdian MasyarakatPendidikan

Bijak Bermedia Sosial : Mewujudkan Karakter Pancasila di Dunia Digital

128
×

Bijak Bermedia Sosial : Mewujudkan Karakter Pancasila di Dunia Digital

Share this article

TasikHitz, Tasikmalaya – 25 November 2025  Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik, opini publik dapat berbentuk dalam sekejap, dan identitas seseorang dapat tergambar hanya dari jejak digitalnya. Kondisi ini menuntut setiap individu, khususnya generasi muda, untuk memiliki karakter yang kuat dan bijaksana saat berinteraksi di ruang digital. Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi yang melek digital sekaligus berkarakter Pancasila, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKS Nurul Wafa. Kegiatan ini mengangkat tema “Bijak Bermedia Sosial dan Penerapan Karakter Pancasila di Era Digital.”

Media sosial menawarkan banyak manfaat, seperti akses informasi, peluang berkarya, dan membangun jejaring. Namun, tanpa kesadaran dalam penggunaannya, media sosial dapat menjadi ruang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan digital (cyberbullying), hingga tindakan kriminal seperti pencurian data pribadi. Oleh karena itu, mahasiswa UBSI menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki literasi digital, etika, dan tanggung jawab moral sebagai pengguna media sosial agar tidak mudah terpengaruh hal negatif dan mampu menciptakan lingkungan digital yang sehat.

MATERI UTAMA KEGIATAN INI

Berfokus pada bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam aktivitas bermedia sosial. Beberapa karakter yang ditekankan antara lain:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Menggunakan media sosial untuk hal positif, menghindari konten yang merusak moral, serta menghargai perbedaan keyakinan di ruang digital.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab : Menghindari perundungan, tidak menyebarkan konten yang merugikan orang lain, serta menjaga sopan santun dalam komentar dan unggahan.
  3. Persatuan Indonesia : Menghindari provokasi SARA, tidak menyebarkan informasi yang dapat memecah belah
    bangsa, serta memperkuat semangat kebangsaan melalui konten positif.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan : Menggunakan media sosial secara demokratis, saling menghargai pendapat, serta bijak dalam memberikan kritik dan masukan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Menggunakan media untuk mendukung kegiatan bermanfaat, mengedukasi, dan berbagi peluang yang merata bagi semua.

Dalam kegiatan pengabdian ini, mahasiswa UBSI memberikan penyuluhan, diskusi interaktif, serta sesi praktik mengenai penggunaan media sosial yang aman dan etis. Beberapa topik yang dibawakan antara lain:

  1. Cara mengenali dan menangkal hoaks
  2. Tips menjaga privasi dan keamanan akun
  3. Etika berkomentar dan berbagi konten
  4. Jejak digital dan dampaknya untuk masa depan

Siswa SMKS Nurul Wafa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama dalam sesi tanya jawab yang membahas kasus nyata di sekitar mereka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir siswa agar lebih kritis, bertanggung jawab, dan mencerminkan karakter Pancasila dalaM aktivitas digital. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa:

  •  lebih bijak dalam mengakses, membagikan, dan menyikapi informasi,
  • mampu menjadi contoh positif di lingkungan sekolah dan masyarakat,
  • serta memahami bahwa Pancasila bukan hanya nilai yang dipelajari, tetapi diterapkan dalam kehidupan, termasuk dunia digital.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMKS Nurul Wafa, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem digital yang sehat dan bermartabat. Bersama-sama, kita dapat menciptakan ruang digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga mencerminkan nilai luhur bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *