TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dengan menggelar program Pengabdian Masyarakat bertajuk Digitalisasi Pencak Silat di Kota Banjar. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 September 2024 ini diketuai oleh Ir. Ai Ilah Warnilah, S.T, M.Kom dan didanai oleh Yayasan BSI.
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memodernisasi seni bela diri tradisional pencak silat melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan adanya pelatihan ini, para pegiat Paguyuban Pencak Silat Kota Banjar diberikan pemahaman tentang pengembangan website dan media sosial sebagai alat untuk memperluas jangkauan pencak silat ke khalayak yang lebih luas, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital.
Ketua pelaksana, Ai Ilah Warnilah, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mempertahankan eksistensi pencak silat di tengah kemajuan teknologi.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang harus dilestarikan, dan digitalisasi adalah salah satu cara agar pencak silat tetap dikenal dan dipelajari, baik di dalam negeri maupun di mancanegara,” ungkapnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh para pegiat pencak silat di Kota Banjar. Salah satu peserta, Rahmat dari Paguron Pencak Silat Abah Moris, menyampaikan antusiasmenya atas manfaat pelatihan ini.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami dapat lebih mudah memperkenalkan pencak silat ke generasi muda melalui platform digital seperti media sosial dan website,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Pencak Silat Kota Banjar, Dani Danial Muhklis, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, digitalisasi memberikan peluang besar bagi pencak silat untuk terus berkembang dan menarik minat generasi muda.
“Ini adalah langkah maju untuk menjaga pencak silat tetap relevan, dan kami sangat berterima kasih kepada Universitas BSI yang telah membantu kami dalam proses ini,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Universitas BSI berharap pencak silat di Kota Banjar dapat terus berkembang dan dikenal secara luas, tidak hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai dan filosofi. Digitalisasi memungkinkan pencak silat untuk menjangkau lebih banyak orang dan tetap hidup di tengah perkembangan zaman









