Pendidikan

Pengenalan DICO (Digital Creative Community) di Universitas BSI Tasikmalaya: Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif Berbasis Teknologi Digital

175
×

Pengenalan DICO (Digital Creative Community) di Universitas BSI Tasikmalaya: Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif Berbasis Teknologi Digital

Share this article

Tasikmalaya.Hitz Tasikmalaya, Minggu, 21 September 2025 – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan pengenalan DICO (Digital Creative Community) dalam rangka penyambutan mahasiswa baru. Bertempat di aula kampus UBSI Tasikmalaya, kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa baru yang antusias mengenal lebih dekat komunitas kreatif berbasis digital tersebut.

Acara menghadirkan Ketua DICO Tasikmalaya, Haerul Fatah, M.Kom, yang memaparkan pentingnya keterampilan digital di era Industri 4.0 dan Society 5.0. Dalam pemaparannya, Haerul menekankan bagaimana Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan) kini menjadi salah satu teknologi utama yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari desain, pemrograman, digital marketing, hingga automasi bisnis.

“Melalui DICO, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga diajak untuk mengeksplorasi teknologi baru seperti Artificial Intelligence agar mampu menciptakan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. DICO hadir sebagai ruang kolaborasi generasi muda untuk membangun masa depan digital yang lebih kreatif dan berdaya saing,” ujar Haerul Fatah, M.Kom.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan kampus. Agung Baitul Hikmah, M.Kom., Kepala Kampus UBSI Tasikmalaya, menyampaikan bahwa mahasiswa baru harus aktif mencari ruang pengembangan diri di luar kelas.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif DICO dalam memberikan wadah kreatif bagi mahasiswa. Kegiatan seperti ini sejalan dengan visi kampus untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan era digital. Kami berharap mahasiswa baru bisa menjadikan DICO sebagai tempat untuk belajar, berjejaring, dan berkreasi,” ungkap Agung.

Sementara itu, Miftah Farid Adiwisastra, M.Kom., perwakilan bidang Kemahasiswaan UBSI Tasikmalaya, menambahkan bahwa pengembangan minat dan bakat melalui komunitas adalah bagian penting dari pengalaman berkuliah.

“Komunitas seperti DICO membantu mahasiswa menemukan potensi terbaiknya. Kami dari bidang kemahasiswaan siap mendukung setiap kegiatan positif yang mendorong mahasiswa berkembang dalam aspek akademik maupun non-akademik, termasuk pemanfaatan AI untuk karya dan inovasi,” jelas Miftah.

Antusiasme mahasiswa baru terlihat jelas dari partisipasi aktif selama sesi diskusi. Banyak yang tertarik mempelajari bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha maupun karya kreatif.

Dengan adanya pengenalan DICO ini, UBSI Tasikmalaya berharap mahasiswa baru semakin termotivasi untuk aktif berorganisasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana membangun masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *