TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Indonesia Cerdas Fest 2026 bertajuk Code & Share: Build Real Projects Through Live Coding yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya pada Rabu, 26 Februari 2026, menghadirkan sesi berbagi inspiratif dari para pemateri yang berpengalaman di bidang teknologi informasi.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa dari 7 sekolah serta mahasiswa UBSI ini menghadirkan Nabilah Sri Mulyani dan Reyhan Andrea Firdaus sebagai narasumber utama. Keduanya membagikan pengalaman, perjalanan belajar, serta pandangan mereka mengenai pentingnya penguasaan teknologi di era digital.
Dalam sesi pemaparan materi, pembahasan tidak hanya berfokus pada teknis pemrograman, tetapi juga pada mindset dan kesiapan menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI). Salah satu pertanyaan menarik muncul dalam sesi tanya jawab: Mengapa kita harus belajar IT secara mendalam? Apakah kita akan tergantikan oleh AI?
Reyhan Andrea Firdaus menjelaskan bahwa AI memang sudah mampu memahami sintaks, membantu menulis kode, bahkan menyelesaikan permasalahan teknis tertentu. Namun, menurutnya, peran manusia tetap sangat penting.
“AI memang sudah mengerti sintaks dan membantu banyak hal. Tapi tugas kita bukan hanya mengetik kode. Kita yang memahami alur logika, struktur, dan tujuan dari program tersebut. Bagi yang belum memahami coding, hasilnya mungkin terlihat acak-acakan. Berbeda dengan yang sudah paham konsep dasarnya,” jelasnya. Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap logika pemrograman akan membuat seseorang tetap relevan, bahkan ketika teknologi AI terus berkembang.
Baca Juga : Ngabuburit Edukatif, Indonesia Cerdas Fest 2026 UBSI Tasikmalaya Berlangsung Meriah
Pertanyaan lain yang tak kalah menarik juga diajukan peserta : Hal apa saja yang sudah dilewati selama proses belajar? Apakah pernah merasa suntuk atau ingin menyerah?
Menjawab pertanyaan tersebut, Nabilah Sri Mulyani membagikan pengalamannya saat masih menjadi siswa SMK. “Saya belajar banyak secara otodidak, karena waktu di SMK dulu belum terlalu memahami sintaks dan masih awam dengan dunia coding. Prosesnya tidak instan, tapi justru dari situ saya jadi terbiasa mencari tahu dan belajar mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Reyhan juga membagikan perjalanan awalnya di dunia pemrograman. “Awalnya saya belajar menggunakan JavaScript. Setelah itu mencoba bahasa pemrograman lain yang ternyata berbeda konsep dan cara penulisannya. Di situ sempat merasa bingung, tapi kuncinya satu: harus tetap belajar dan konsisten,” ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar peluang karier, tantangan belajar coding, hingga strategi agar tidak tertinggal di era digital. Melalui sesi berbagi pengalaman tersebut, Indonesia Cerdas Fest 2026 tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga motivasi dan gambaran nyata mengenai perjalanan di dunia teknologi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar IT bukan sekadar mengikuti tren, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadapi masa depan.









