TasikmalayaHitz.com, Tasikmalaya – Tim BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya melakukan wawancara bersama Aki Iji, salah satu pengrajin angklung di wilayah Cikiray, Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/8). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat kerajinan tradisional yang masih ditekuni oleh masyarakat setempat sekaligus menggali informasi mengenai berbagai produk kerajinan dan alat musik tradisional yang ada di wilayah Cikiray. Melalui wawancara secara langsung, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendengar cerita serta pengalaman pengrajin dalam mempertahankan keterampilan tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Baca juga: Tim BSI Explore 2026 Saksikan Latihan Angklung dan Dogdog Warga RT 19/RW 06 Dusun Cikiray 1
Dalam kesempatan tersebut, Aki Iji berbagi cerita mengenai aktivitasnya sebagai pengrajin angklung serta berbagai kerajinan yang dapat dibuat dari bahan-bahan alami, khususnya bambu. Angklung menjadi salah satu kerajinan sekaligus alat musik tradisional yang masih dibuat dan dikenal oleh masyarakat. Selain angklung, terdapat pula kerajinan tradisional lainnya seperti boboko dan hihid yang masih dikenal dan digunakan oleh masyarakat. Berbagai produk tersebut menunjukkan bagaimana bambu dapat dimanfaatkan menjadi benda yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari maupun memiliki nilai budaya. Informasi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai budaya.
Tidak hanya memperkenalkan kerajinan, Aki Iji juga menunjukkan beberapa alat musik tradisional yang dimilikinya, di antaranya kacapi dan piul. Tim BSI Explore 2026 berkesempatan melihat secara langsung bentuk dari alat musik tersebut serta mendengarkan penjelasan mengenai penggunaannya. Aki Iji juga memperlihatkan cara memainkan beberapa alat musik tersebut sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengenal alat musik tradisional yang masih diperkenalkan di lingkungan masyarakat. Kehadiran berbagai kerajinan dan alat musik tersebut menjadi gambaran mengenai kekayaan budaya yang masih dapat ditemukan di wilayah Cikiray.
Baca juga: Tim BSI Explore 2026 Wawancarai Pengrajin Anyaman di Desa Salawu
Kegiatan wawancara bersama Aki Iji menjadi salah satu bentuk upaya Tim BSI Explore 2026 dalam mengenal potensi budaya dan keterampilan masyarakat Cikiray. Melalui interaksi secara langsung dengan pengrajin, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai proses dan hasil kerajinan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai nilai budaya yang terdapat di balik keterampilan tersebut. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat, khususnya potensi kerajinan dan kesenian tradisional yang terdapat di lingkungan Desa Salawu.
Melalui kegiatan tersebut, Tim BSI Explore 2026 dapat melihat secara langsung bagaimana kerajinan tradisional seperti angklung, boboko, dan hihid serta alat musik seperti kacapi dan piul masih menjadi bagian dari pengetahuan budaya masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenal keberagaman potensi lokal yang ada di Cikiray. Wawancara bersama Aki Iji menjadi salah satu rangkaian aktivitas BSI Explore 2026 dalam membangun interaksi dengan masyarakat sekaligus mengenali berbagai potensi yang terdapat selama pelaksanaan program di Desa Salawu.









