TasikmalayaHitz, Tasikmalaya, 6 Agustus 2025 – Mahasiswa Universitas BSI Kampus Tasikmalaya yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Implementasi dan Manfaat (PKM BIMA) menggelar kegiatan sosialisasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya pada hari rabu 6 Agustsu 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung tata kelola desa berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah sesi pemaparan dan demo aplikasi yang dibawakan langsung oleh Atyla Azfa Al Harits, mahasiswa Universitas BSI sekaligus anggota tim PKM. Dalam presentasinya, Atyla menjelaskan secara gamblang mengenai konsep SIG, fungsi utama aplikasi, dan cara penggunaannya dalam konteks pengelolaan wilayah desa.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu desa untuk lebih terstruktur dalam mengelola data wilayah. SIG bisa menjadi alat bantu yang sangat berguna, apalagi jika digunakan secara partisipatif oleh warga dan perangkat desa,” ujar Atyla di hadapan peserta.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan demonstrasi langsung yang interaktif, Atyla berhasil menarik perhatian peserta sosialisasi. Banyak warga dan perangkat desa yang antusias mengajukan pertanyaan dan mencoba memahami lebih dalam cara kerja aplikasi yang diperkenalkan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Kaputihan, Bapak Ujang Herman RN, S.Pd.I., yang memberikan apresiasi atas kedatangan tim dari Universitas BSI. Beliau menyatakan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan wilayah.
Turut hadir pula dosen pembimbing, Ibu Dra. Yani Sri Mulyani, M.M., sebagai Ketua Tim PKM BIMA , Yanti Apriyani, S.T., M.Kom, serta Miftah Farid Adiwisastra, S.T., M.Kom. yang memberikan pengantar materi SIG dari perspektif akademik dan implementatif . kegiatan dibantu juga Dwi yang merupakan anggota mahasiswa.
Bagi Atyla dan tim mahasiswa lainnya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu di lapangan sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal bagaimana kami bisa menyampaikan sesuatu yang kami pelajari agar bisa dipahami dan bermanfaat untuk masyarakat,” tambah Atyla.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama. Para peserta menyatakan antusiasme untuk mendukung kelanjutan program ini hingga tahap implementasi penuh.
Dengan semangat kolaboratif ini, tim mahasiswa Universitas BSI berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang solutif dan berkelanjutan.









