Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 kembali mengeksplorasi potensi usaha masyarakat Desa Santanamekar. Pada Kamis (12/8), tim mengunjungi salah satu rumah produksi gula merah di Kampung Cigaleuh untuk melihat secara langsung proses pembuatan gula tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat setempat.
Proses pembuatan gula merah membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dilakukan secara bertahap. Menurut Noneng, proses pengerjaan biasanya dimulai sejak pagi hingga menjelang siang. Dalam satu kali produksi, waktu yang dibutuhkan dapat mencapai beberapa jam sebelum gula siap dicetak.
“Biasanya pengerjaannya dari jam 6 pagi, jam 11 siang baru selesai,” jelas Noneng.
Setelah melalui proses pengolahan, cairan gula kemudian dicetak hingga menghasilkan gula merah yang siap untuk dipasarkan. Proses tersebut membutuhkan ketelatenan dan kesabaran karena harus dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

Di sela kunjungan, mahasiswa BSI Explore 2026 juga mendapatkan kesempatan untuk mencicipi minuman tradisional berupa wedang alang-alang yang disuguhkan oleh Bu Noneng. Sajian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa untuk mengenal cita rasa minuman tradisional yang masih dinikmati masyarakat setempat.
Untuk pemasarannya, gula merah hasil produksi Noneng masih dipasarkan secara sederhana melalui warung-warung di sekitar Kampung Cigaleuh. Produksi gula merah juga tidak dilakukan setiap hari karena menyesuaikan kebutuhan dan kondisi yang ada.
“Tidak mesti setiap hari bikin,” ungkap Noneng.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi mahasiswa BSI Explore 2026 dalam mengenal potensi UMKM dan produk lokal masyarakat Desa Santanamekar. Pembuatan gula merah yang masih dilakukan secara tradisional menunjukkan adanya potensi ekonomi sekaligus kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Kampung Cigaleuh.









