OpiniKesehatanTeknologi

Tren ‘HP Jadul’ Kembali Laku: Saat Gen Z Mulai Lelah Jadi Budak Algoritma

108
×

Tren ‘HP Jadul’ Kembali Laku: Saat Gen Z Mulai Lelah Jadi Budak Algoritma

Share this article

TasikmalayaHitz. Pernah nggak sih kamu merasa buka Instagram niatnya cuma 5 menit, tapi tiba-tiba sudah 2 jam berlalu dan mata kamu terasa panas? Kalau iya, kamu nggak sendirian. Belakangan ini, ada tren unik yang lagi viral di TikTok dan Instagram: anak muda ramai-ramai “pensiun dini” dari smartphone canggih dan beralih ke HP jadul atau dumb phones.

Tren ini bukan karena mereka nggak mampu beli HP terbaru, tapi karena fenomena Digital Detox yang semakin ekstrem. Banyak yang mulai merasa kesehatan mentalnya terganggu karena terus-menerus terpapar standar hidup orang lain di medsos yang kelihatan sempurna.

Bukan Sekadar Gaya-gayaan Retro

Tren ini dipicu oleh kesadaran akan pentingnya menjaga fokus. Di Amerika dan Eropa, penjualan ponsel fitur (yang cuma bisa telepon dan SMS) justru naik drastis di kalangan anak muda. Di Indonesia sendiri, tren ini mulai masuk lewat konten-konten “Dopamine Fasting” atau puasa kesenangan instan.

Seorang pakar kesehatan mental dan penulis terkenal, Dr. Anna Lembke, yang juga muncul dalam dokumenter The Social Dilemma, memberikan kutipan nyata yang sangat menohok soal kondisi kita saat ini:

“Smartphone adalah jarum suntik hipodermik modern yang menyalurkan dopamine digital secara terus-menerus selama 24 jam sehari bagi generasi yang tidak pernah mengenal bosan,” ungkap Dr. Lembke dalam ulasannya mengenai adiksi digital.

Artinya, kita sudah terlalu terbiasa disuapi hiburan cepat sampai otak kita lupa caranya menikmati ketenangan.

Dampaknya ke Gaya Hidup

Mereka yang mengikuti tren ini mengaku merasa lebih “hidup”. Dengan tidak adanya notifikasi yang berisik, orang-orang jadi lebih banyak mengobrol langsung saat nongkrong, lebih rajin baca buku, atau sekadar menikmati kopi tanpa harus difoto dulu buat kebutuhan Story.

Tapi tenang, bukan berarti kamu harus buang HP mahalmu ke selokan. Tren ini sebenarnya mengajak kita buat punya kendali atas teknologi, bukan malah dikendalikan. Beberapa orang mulai mencoba “Gray Scale Mode” (mengubah layar HP jadi hitam putih) biar mata nggak terlalu tertarik buat lama-lama menatap layar.

Gimana Cara Mulainya?

Kalau kamu merasa mulai jenuh sama drama medsos atau capek lihat war di Twitter (X), kamu bisa coba langkah kecil ini:

  1. Hapus Aplikasi yang Paling Nyandu: Coba hapus selama weekend saja.

  2. Matikan Notifikasi: Biarkan HP kamu yang nunggu kamu, bukan kamu yang nunggu HP bunyi.

  3. Cari Hobi Fisik: Olahraga, berkebun, atau sekadar jalan kaki tanpa bawa HP.

Jadi, gimana? Kamu tim yang nggak bisa hidup tanpa layar, atau mulai tertarik buat balik ke zaman “Nokia 3310” demi ketenangan batin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *