Wisata

Pemkab Bantul Tata Ulang Rute Jip Wisata Demi Selamatkan Gumuk Pasir Parangtritis

×

Pemkab Bantul Tata Ulang Rute Jip Wisata Demi Selamatkan Gumuk Pasir Parangtritis

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Bantul  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tengah menyiapkan penataan ulang rute jip wisata di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai bagian dari upaya restorasi dan pelestarian zona inti bentang alam unik tersebut. Kebijakan ini dilakukan agar aktivitas wisata tetap berjalan tanpa mengganggu proses alami pertumbuhan Gumuk Pasir yang menjadi salah satu kawasan geoheritage penting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selasa (24/6).

Dikutip dari Kompas.com, rute jip wisata yang selama ini melintasi sebagian kawasan inti Gumuk Pasir akan dialihkan ke sisi timur dan barat kawasan. Zona inti yang memiliki luas sekitar 141 hektare nantinya diprioritaskan untuk proses pemulihan ekosistem dan pertumbuhan gumuk pasir secara alami.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan penyesuaian rute diperlukan agar proses pembentukan dan pertumbuhan Gumuk Pasir tidak terganggu oleh aktivitas kendaraan wisata.

Baca juga: Wamenpar Ajak Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Sekolah

“Agar Gumuk Pasir bisa tumbuh, maka perlu dilakukan penyesuaian rute,” kata Ari Budi Nugroho, dikutip dari Tribun Jogja, Selasa (24/6/2026).

Menurut Ari, penataan rute jip wisata merupakan bagian dari program pengembangan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sekaligus upaya restorasi kawasan geoheritage Gumuk Pasir Parangtritis yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Bantul.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas wisata tetap diperbolehkan berlangsung, namun jalur kendaraan wisata akan diarahkan berada di luar zona inti agar upaya pemulihan kawasan dapat berjalan lebih optimal.

“Intinya aktivitas wisata tetap diperbolehkan, tapi rutenya harus disesuaikan agar Gumuk Pasir di zona inti terus tumbuh,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab Bantul telah beberapa kali melakukan koordinasi dan survei lapangan bersama komunitas serta paguyuban jip wisata yang beroperasi di kawasan Parangtritis. Pemerintah masih mematangkan jalur baru yang akan diterapkan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara penuh.

Menurut Ari, pendekatan yang digunakan adalah mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha wisata masyarakat.

“Prinsip kita kan win-win solution antara komunitas dengan kita mencari jalan terbaiknya di mana. Itu nanti keputusannya kalau akan diimplementasikan apakah rutenya yang kemarin sudah sesuai atau perlu dilakukan modifikasi lagi,” katanya.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah berencana melakukan uji coba tahap pertama terhadap rute baru dalam waktu dekat. Melalui skema tersebut, operasional jip wisata tetap dapat berjalan tanpa harus memasuki zona inti yang sedang direstorasi.

Dalam jangka panjang, kawasan inti Gumuk Pasir akan difokuskan untuk pemulihan bentang alam dan ekosistem alami. Setelah proses restorasi menunjukkan hasil yang optimal, kawasan tersebut direncanakan lebih diarahkan untuk aktivitas wisata berbasis jalan kaki atau wisata edukasi lingkungan.

“Kalau terus terinjak-injak jip, pertumbuhan Gumuk Pasir akan terganggu,” kata Ari.

Baca juga: Festival Jatiluwih 2026 Dorong Ekonomi Rakyat dan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Di sisi lain, pelaku usaha jip wisata menyatakan siap mendukung kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah selama tetap tersedia alternatif jalur wisata yang dapat dilalui.

Salah satu pengelola jip wisata menyebut pihaknya memahami pentingnya pelestarian Gumuk Pasir dan berharap pemerintah dapat menyediakan rute pengganti yang tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dulu kan (jip) bisa masuk Gumuk. Kalau sekarang sudah enggak bisa. Nanti dari sana bagaimana, ada rute lain yang bisa dilewati biar tetap ada masukan untuk pelaku jip wisata,” ujarnya.

Senada dengan itu, anggota komunitas jip Gumuk Pasir, Devi Irfansyah, menilai upaya restorasi dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata apabila keindahan alam Gumuk Pasir berhasil dipulihkan seperti kondisi semula.

“Kalau Gumuk Pasir kembali seperti semula itu akan ada nilai plusnya juga. Karena nanti keindahan Gumuk Pasir bisa benar-benar terjaga,” kata Devi.

Restorasi Gumuk Pasir Parangtritis merupakan program jangka panjang yang dilakukan secara bertahap. Kegiatan tersebut meliputi pembongkaran jalur lama, penataan kawasan, hingga pembersihan vegetasi yang dianggap menghambat pergerakan angin sebagai faktor utama pembentuk bentang alam gumuk pasir.

Pemkab Bantul berharap penataan rute jip wisata dapat menjadi solusi yang seimbang antara pelestarian kawasan geoheritage dan keberlanjutan aktivitas wisata yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *