KesehatanOlahraga

Piala Dunia 2026 Terapkan Hydration Break, Pemain Diminta Waspadai Dehidrasi

×

Piala Dunia 2026 Terapkan Hydration Break, Pemain Diminta Waspadai Dehidrasi

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah perubahan baru, salah satunya penerapan hydration break atau jeda minum di setiap pertandingan. Kebijakan tersebut diterapkan FIFA sebagai upaya menjaga kondisi fisik para pemain selama turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Dalam aturan baru tersebut, pemain diberikan waktu khusus selama tiga menit untuk melakukan hidrasi pada menit ke-22 babak pertama dan babak kedua. Kebijakan ini berlaku di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk pada laga yang digelar di wilayah dengan suhu relatif sejuk maupun stadion tertutup.

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan karena sebagian lokasi penyelenggaraan tengah memasuki musim panas yang berpotensi menghadirkan cuaca ekstrem.

“Turnamen ini berlangsung 11 Juni-19 Juli di AS, Meksiko, dan Kanada, tepat di bulan-bulan terpanas Amerika Utara, dan beberapa venue seperti Dallas, Houston, Miami, dan kota-kota Meksiko sangat rawan panas ekstrem,” ujar dr Andi kepada detikHealth pada Selasa (16/6).

Menurutnya, FIFA kini menerapkan hydration break secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi pertandingan. Kebijakan tersebut berbeda dengan turnamen sebelumnya yang hanya menerapkan jeda pendinginan ketika suhu mencapai batas tertentu.

“FIFA mewajibkan cooling/hydration break tiga menit di pertengahan tiap babak di setiap pertandingan, tanpa peduli cuaca. Ini perubahan kebijakan, karena sebelumnya break hanya dipicu kalau Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Index menembus ambang 32°C (89,6°F),” tambahnya.

Baca juga: Bukan Hanya Penghilang Haus: 5 Tanda Anda Kekurangan Cairan dan Kaitan Dehidrasi dengan Penurunan Fokus Kerja

Kurangnya asupan cairan saat berolahraga dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sakit kepala, mulut kering, bibir pecah-pecah, lidah kering, hingga mata yang tampak cekung.

Selain itu, dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih. Salah satunya adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas yang ditandai dengan keringat berlebih, denyut nadi cepat, kelelahan, kram otot, dan sakit kepala.

Pada kondisi yang lebih serius, seseorang dapat mengalami heat stroke yang termasuk keadaan darurat medis. Gejalanya meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, mual, muntah, kulit memerah, pernapasan cepat, hingga detak jantung yang meningkat secara signifikan.

Selain melakukan hidrasi dengan minum air, para pemain juga dapat menurunkan suhu tubuh melalui metode cooling atau pendinginan dengan menyiramkan air ke tubuh selama jeda pertandingan.

“Salah satu cara menurunkan risikonya adalah dengan hidrasi dan menyiram air ke tubuh. Hal tersebut disebut cooling,” pungkas dr Andi.

Penerapan hydration break di Piala Dunia 2026 diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan pemain sekaligus meminimalkan risiko gangguan akibat cuaca panas selama turnamen berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *