TasikmalayaHitz. – Memasuki hari Senin pertama di bulan Januari 2026, suasana Pasar Cikurubuk tampak jauh lebih padat dari biasanya. Bukan hanya didominasi oleh aktivitas belanja harian, namun ribuan orang tua terlihat memadati kios-kios perlengkapan sekolah untuk mempersiapkan putra-putri mereka kembali ke bangku pendidikan pasca libur panjang akhir tahun.
Fenomena “Back to School” ini menjadi penggerak ekonomi utama bagi para pedagang kecil di awal tahun. Meskipun antusiasme tinggi, terdapat dinamika tersendiri di lapangan, terutama mengenai penyesuaian harga beberapa komoditas yang masih fluktuatif dampak dari rantai pasokan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin.
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui dinas terkait pun mulai melakukan pemantauan harga secara intensif untuk memastikan kestabilan daya beli masyarakat di awal tahun anggaran ini.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya menyebutkan bahwa pihaknya tengah berupaya menjaga agar lonjakan permintaan tidak dibarengi dengan kenaikan harga yang tidak wajar.
“Fokus kami di minggu pertama Januari ini adalah memastikan stok kebutuhan pokok aman dan harga perlengkapan sekolah tetap terjangkau. Kami ingin memastikan transisi dari masa liburan ke masa produktif masyarakat berjalan lancar tanpa kendala ekonomi yang berarti,” jelasnya saat memantau kondisi pasar.
Di sisi lain, para pedagang seragam dan alat tulis mengaku mengalami peningkatan omzet yang signifikan sejak akhir pekan lalu. Bagi mereka, momen awal Januari adalah salah satu puncak penjualan terbesar selain menjelang tahun ajaran baru di tengah tahun.
Seorang pedagang perlengkapan sekolah di blok depan Pasar Cikurubuk, Ibu Sumiati, mengungkapkan bahwa meskipun ada sedikit kenaikan modal dari distributor, dirinya tetap berusaha menjaga harga agar pelanggan tidak lari.
“Alhamdulillah, dari pagi sudah ramai. Banyak orang tua yang baru sempat beli sekarang karena kemarin fokus liburan. Yang penting barangnya ada dan harganya masih masuk akal buat warga, biar semua anak bisa sekolah dengan perlengkapan baru,” kata Ibu Sumiati.
Geliat ekonomi di Pasar Cikurubuk pada 5 Januari ini menjadi cerminan optimisme warga Tasikmalaya dalam mengawali tahun 2026. Meski tantangan kenaikan harga pangan masih membayangi, semangat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak tetap menjadi prioritas utama bagi sebagian besar keluarga di Kota Resik.









