BeritaLokal

Gurihnya Kicimpring Rempah Tasik, Cuan Melimpah Jelang Lebaran

88
×

Gurihnya Kicimpring Rempah Tasik, Cuan Melimpah Jelang Lebaran

Share this article

TasikmalayaHitz-

Di tengah suasana sejuk Kampung Nagasari, Kecamatan Taraju, kelompok ibu rumah tangga yang dipimpin oleh Wiwin tengah menikmati “panen” pesanan kicimpring rempah menjelang Ramadan. Kudapan tradisional berbahan singkong ini mengalami lonjakan permintaan hingga 200 bungkus per hari, naik berkali-kali lipat dari hari biasanya. Dengan mempertahankan proses produksi tradisional tanpa pengawet—mulai dari memarut, mengukus, hingga menjemur secara alami—kicimpring ini sukses menarik minat pembeli dari luar daerah seperti Garut. Bagi warga setempat, meningkatnya penjualan bukan sekadar soal bisnis, melainkan berkah untuk memenuhi kebutuhan hari raya.

Kicimpring rempah khas Nagasari, Tasikmalaya, kini menjadi primadona camilan tradisional yang menembus pasar supermarket. Dibuat dari singkong pilihan yang dicampur bumbu rempah autentik, kudapan ini diproses secara manual oleh tangan-tangan terampil para lansia di dapur rumah warga. Dijual dengan harga Rp12.000 per bungkus, kicimpring ini menawarkan rasa gurih alami yang cocok sebagai teman nasi maupun camilan santai. Tingginya antusiasme konsumen membuat rumah-rumah perajin sering didatangi langsung oleh pembeli yang ingin mendapatkan harga grosir untuk dijual kembali.

Produksi kicimpring di Desa Raksasari, Tasikmalaya, meningkat drastis hingga 200% menyambut bulan Ramadan. Wiwin dan para perajin lokal melaporkan lonjakan pesanan dari rata-rata 50 bungkus menjadi 200 bungkus per hari. Produk olahan singkong tanpa bahan pengawet ini diminati karena kualitasnya yang sehat dan harga yang terjangkau. Keuntungan dari peningkatan produksi ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi keluarga para perajin di pelosok daerah tersebut.

  • Lokasi: Kampung Nagasari, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

  • Produk: Kicimpring singkong (varian original dan rempah).

  • Harga: Rp12.000 per bungkus.

  • Tren: Pesanan naik dari 30-50 bungkus menjadi minimal 200 bungkus per hari selama Ramadan.

  • Keunggulan: Proses tradisional, tanpa pengawet, dan menggunakan bumbu rempah asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *