Berita

Angka Kecelakaan Nataru 2025 Anjlok Tajam, Mobilitas Tinggi Tak Jadi Ancaman

111
×

Angka Kecelakaan Nataru 2025 Anjlok Tajam, Mobilitas Tinggi Tak Jadi Ancaman

Share this article
Kendaraan memasuki GT Cikampek Utama. (Dok. BeritaNasional/Elvis Sendouw)

TasikmalayaHitz – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 membawa kabar baik bagi keselamatan lalu lintas di Indonesia. Di tengah tingginya pergerakan masyarakat selama musim liburan, angka kecelakaan justru menunjukkan penurunan yang signifikan. Fakta ini diungkap Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui hasil evaluasi Operasi Lilin 2025.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut, sepanjang periode Nataru 2025 jumlah kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan lebih dari tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut mencerminkan keberhasilan pengamanan serta meningkatnya kesadaran pengguna jalan.

“Pada tahun 2025 tercatat 3.183 kejadian kecelakaan. Angka ini turun 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Agus kepada wartawan, Sabtu (3/1).

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada angka fatalitas. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan yang cukup drastis. Jika pada 2024 korban jiwa mencapai 553 orang, maka pada 2025 turun menjadi 403 orang.

“Artinya, ada penurunan korban meninggal sebanyak 150 orang atau sekitar 27,12 persen,” ungkapnya.

Menariknya, capaian positif ini terjadi saat mobilitas masyarakat justru meningkat tajam. Lonjakan volume kendaraan terlihat di sejumlah gerbang tol utama, seperti Cikampek Utama, Kalihuripan Utama, Ciawi, dan Cikupa. Arus kendaraan, baik keluar maupun masuk Jakarta, tercatat melampaui Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) normal.

“Dibandingkan Operasi Lilin tahun sebelumnya, arus keluar Jakarta mengalami peningkatan. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur ke luar daerah,” kata Agus.

Arus Balik Terkelola, Perjalanan Lebih Nyaman

Meski arus keluar Jakarta meningkat, kepolisian memastikan arus balik berjalan aman dan terkendali. Sejumlah strategi rekayasa lalu lintas dinilai efektif mencegah penumpukan kendaraan secara ekstrem di satu titik maupun waktu tertentu.

“Arus masuk Jakarta relatif stabil, bahkan cenderung menurun. Ini menandakan arus balik dapat dikelola dengan baik dan tersebar secara merata,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Operasi Lilin 2025 yang digelar sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Penurunan angka kecelakaan di tengah tingginya mobilitas menjadi bukti bahwa sinergi pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta kesadaran masyarakat mampu menciptakan perjalanan liburan yang lebih selamat dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *