Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 mengunjungi salah satu pelaku UMKM di Kampung Cigaleuh, Desa Santanamekar, yang memproduksi jajanan basreng kering untuk dipasarkan ke warung-warung di sekitar lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melihat proses pengolahan basreng yang dilakukan oleh Cicih. Bahan basreng terlebih dahulu dibeli dari pasar, kemudian diolah kembali hingga siap dikemas dan dijual kepada konsumen.
“Saya beli basrengnya dulu ke pasar, lalu saya olah kembali untuk dijualkan ke warung-warung sekitar,” ujar Cicih.
Produk basreng tersebut kemudian dipasarkan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per kemasan. Pemasaran saat ini masih berfokus pada warung-warung sekitar karena dinilai lebih mudah menjangkau konsumen di lingkungan terdekat.
Untuk pemasaran secara digital, Bu Cicih mengaku belum memanfaatkan media sosial secara maksimal. Promosi masih dilakukan melalui WhatsApp Status karena dirinya masih belum terlalu memahami cara melakukan penjualan secara online.
“Belum dipasarkan ke media sosial, palingan ke WhatsApp Status karena masih belum terlalu mengerti cara penjualan online,” ungkap Cicih.
Keberadaan UMKM basreng di Kampung Cigaleuh menunjukkan bahwa usaha makanan ringan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 juga dapat melihat potensi pengembangan UMKM lokal, khususnya dalam memperluas pemasaran melalui pemanfaatan media digital.









