Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 melakukan wawancara bersama guru TK Ar-Ridlo, yakni Pak Robi dan Bu Ririn, untuk mengetahui lebih jauh mengenai cara pendekatan dan pembinaan anak usia dini dalam proses pembelajaran.
Dalam wawancara tersebut, Bu Ririn menjelaskan bahwa menghadapi anak-anak TK membutuhkan kesabaran serta kemampuan untuk mengontrol emosi. Guru juga perlu menyesuaikan diri dengan karakter dan kondisi setiap anak agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman.
“Kalau pendekatan kepada anak-anak TK, kita harus bisa mengontrol emosi dan menyesuaikan diri dengan anak-anak. Karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda,” ujar Bu Ririn.
Menurutnya, pendekatan kepada anak usia dini tidak dapat dilakukan dengan cara yang sama. Guru perlu memahami suasana hati dan karakter anak sehingga mereka merasa aman dan nyaman ketika mengikuti kegiatan di sekolah.
Sementara itu, Pak Robi menjelaskan bahwa anak-anak yang memiliki sifat interaktif dan menunjukkan minat lebih dalam mengikuti kegiatan dapat diarahkan untuk mengikuti kelas tambahan. Salah satu kegiatan tambahan yang baru didirikan di TK Ar-Ridlo adalah latihan silat.
“Kita melihat anak-anak yang interaktif dan memiliki minat untuk mengikuti kegiatan tambahan. Salah satunya sekarang ada kelas silat yang baru didirikan,” jelas Pak Robi.
Melalui wawancara tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 memperoleh gambaran mengenai pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendampingi anak usia dini. Selain pembelajaran di kelas, kegiatan tambahan seperti silat juga menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan minat, keberanian, serta potensi anak sejak dini.



