Bisnis

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham Big Caps Tertekan

×

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham Big Caps Tertekan

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Selasa, 30 Juni 2026, dengan pergerakan di zona merah. Pelemahan indeks dipengaruhi tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar menjelang rilis data ekonomi yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Mengutip dari Bisnis.com, pada pukul 09.01 WIB IHSG turun 38,28 poin atau 0,66 persen ke level 5.782. Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat volume transaksi mencapai 438,9 juta saham dengan nilai Rp621,6 miliar, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10.142 triliun.

Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 179 saham mengalami penguatan, 227 saham melemah, sedangkan 553 saham lainnya bergerak stagnan.

Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,38 persen menjadi Rp5.725, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melemah 0,35 persen ke Rp2.830. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga turun 0,41 persen menjadi Rp2.400, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,51 persen ke Rp3.920 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 1,82 persen ke Rp3.240.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham berkapitalisasi besar masih mencatatkan penguatan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 2,19 persen menjadi Rp3.270, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 0,61 persen ke Rp830, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meningkat 1,46 persen menjadi Rp1.735.

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan ini melanjutkan tren negatif dari sesi sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2026, IHSG ditutup melemah 1,28 persen ke posisi 5.820,79.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai koreksi yang terjadi pada perdagangan sebelumnya juga disertai rendahnya aktivitas transaksi. Kondisi tersebut mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih memilih menunggu perkembangan data ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *