Berita

Kontes Pesta Patok Jadi Ajang Promosi Ternak dan Silaturahmi Peternak di Tasikmalaya

×

Kontes Pesta Patok Jadi Ajang Promosi Ternak dan Silaturahmi Peternak di Tasikmalaya

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Ratusan peternak domba dan kambing dari berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Pesta Patok yang digelar di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, (27/6). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya dan Hari Bhayangkara ke-80 itu tidak hanya menampilkan kontes ternak, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpeternak sekaligus meningkatkan nilai jual hewan ternak.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 473 ternak didaftarkan secara daring. Selain itu, terdapat 313 ekor domba dan 23 ekor kambing yang mengikuti pendaftaran langsung di lokasi. Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Mengutip dari detikjabar, Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama HPDKI, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya. Menurutnya, penyelenggaraan Pesta Patok diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

“HPDKI gelar acara ini bersama Pemkab Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya sebagai ajang rangkaian Hari Jadi Tasik ke 394 tahun dan HUT Polri ke 80 tahun. Kami sebagai organisasi profesi untuk peternak kambing domba, hadirkan Pesta Patok untuk meningkatkan budaya ternak, meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan peternak,” kata Asep Yudha kepada detikJabar di lokasi, Sabtu.

Ia menjelaskan, perlombaan dibagi ke dalam dua kelompok, yakni ternak untuk kebutuhan konsumsi dan ternak yang berkaitan dengan seni budaya.

“Ternak domba dan kambing konsumsi. ternak domba dan kambing kaitan seni budaya diantara kontes ternak dan juga seni ketangkasan domba,” kata Asep Yudha.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan para peternak untuk bertukar pengalaman mengenai perawatan ternak. Menurut Asep, hewan yang berhasil meraih prestasi dalam kontes umumnya memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

“Ya harga jualnya bisa tinggi kalau juara kontes. Tapi yang utama, peternak itu belajar juga saling bertukar pengetahuan cara urusi ternak yang baik. Nah ternak yang ikut kontes juga harganya naik,” ucap Asep Yudha.

Salah seorang peserta asal Cipatujah, Abah Yana, mengaku rutin mengikuti kontes karena memberikan manfaat bagi usahanya. Ia menyebut keberhasilan dalam perlombaan dapat meningkatkan harga jual ternak hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

“Saya selalu rutin ikut kontes. jadi harga ternak saya baik domba maupun kambing jadi naik. apalagi kalau juara nilainya bisa puluhan sampai ratusan juta per ekor. Karena bukan beli dombanya, kalau ini mah beli kepuasannya miliki domba juara,” ucapnya.

Ia juga menambahkan,

“Jadi peternaknya dihargaan, dombana aya hargaan lamun kontes teh,” kata Abah Yana.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan tujuh kategori penilaian, di antaranya Raja Kasep, Ratu Bibit, Raja Pedaging Campuran Ekstrem, Kambing Ekstrem, dan Raja Petet. Proses penjurian melibatkan tim dari HPDKI Jawa Barat serta Universitas Padjadjaran.

Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, mengatakan pihak kepolisian mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk menjaga keamanan peternak dari ancaman pencurian ternak.

“Angka 80 adalah tantangan buat mengabdi mengayomi dan melindungi masyarakat. Kami pastikan kami akan bertugas untuk meminimalisir pencurian ternak itu salah satu fungsi kami,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Ia menilai sektor peternakan merupakan salah satu potensi unggulan daerah dengan populasi domba yang mencapai sekitar 164 ribu ekor.

“Kabupaten Tasikmalaya selain dianugerahi alam yang membentang, ternyata ada anugerah sumberdaya manusia dan sumberdaya komoditas yang melimpah termasuk sektor pertanian, peternakan, perikanan perkebunan dan pariwisata budaya. Peternakan yang membuat saya tercengang ada populasi ternak domba 164.000 ekor. Ini partisipasi masyarakat peternak domba kelompok ternak HPDKI dan pengusaha juga pemerintah,” kata Cecep.

Menurut Cecep, Pesta Patok tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan keagamaan karena mendukung penyediaan hewan kurban serta akikah.

“Candaanya Pesta Patok juga ngandung religi ya. Kan buat kurban dan akikah,” kata Cecep.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan bagi para pemenang di setiap kategori lomba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *