Tasikmalayahitz.com, Bandung Barat – Kawasan wisata Dusun Bambu di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menghadirkan pertunjukan drama musikal bertajuk Kabayan The Story: Jejak Bambu Ajaib sebagai sajian utama selama musim libur sekolah. Pertunjukan ini menggabungkan hiburan, edukasi, serta pesan pelestarian lingkungan melalui kisah rakyat Sunda yang dikemas secara modern. Sabtu (27/6).
Dikutip dari Kompas.com, pementasan berlangsung mulai 19 Juni hingga 12 Juli 2026 di panggung terbuka Deck Danau Purbasari. Pertunjukan memadukan cerita rakyat Kabayan, musik, tari, serta atraksi visual dengan latar alam terbuka yang tetap mempertahankan keasrian lingkungan.
Manager Dusun Bambu, Ari Hermanto, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut dihadirkan sebagai alternatif wisata edukatif yang dapat dinikmati keluarga, khususnya anak-anak, selama masa liburan sekolah.
“Tentu setiap memasuki libur sekolah kami selalu ingin memberikan petualangan baru yang berkesan bagi anak-anak, termasuk menghadirkan pembaruan wahana bermain terbaru,” ujar Ari, Jumat (26/6).
Baca juga: Pemkab Bantul Tata Ulang Rute Jip Wisata Demi Selamatkan Gumuk Pasir Parangtritis
Melalui lakon Jejak Bambu Ajaib, tokoh Kabayan mengajak penonton memahami pentingnya menjaga alam dan melestarikan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan melalui alur cerita yang ringan sehingga mudah dipahami anak-anak tanpa mengurangi unsur hiburan.
Pengunjung tidak dikenakan biaya tambahan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Wisatawan cukup membeli tiket masuk Dusun Bambu seharga Rp40.000 untuk menikmati drama musikal beserta berbagai fasilitas yang tersedia.
“Dengan tiket masuk tersebut, mereka juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti layanan shuttle, welcome drink, hingga suvenir eksklusif berupa tanaman bambu hoki,” kata Ari.
Selain menyaksikan pertunjukan Kabayan, pengunjung juga dapat menikmati sembilan wahana permainan, berbagai pilihan kuliner, hingga fasilitas penginapan yang tersedia di kawasan wisata tersebut.
Selama periode libur sekolah, Dusun Bambu juga menyelenggarakan berbagai pertunjukan setiap hari. Sementara itu, Kabayan The Story: Jejak Bambu Ajaib dipentaskan secara khusus setiap Sabtu dan Minggu.
Bagi wisatawan yang ingin menginap, tersedia pilihan akomodasi seperti Sayang Heulang Cabin dan Kampung Layung Cottages. Pengunjung juga dapat berbelanja produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Kabupaten Bandung Barat di Pasar Khatulistiwa.
Wakil General Manager Dusun Bambu, Stefanus Sunaryo, mengatakan pengalaman wisata keluarga semakin lengkap dengan kehadiran empat restoran yang menawarkan konsep dan suasana berbeda.
Baca Juga: Wamenpar Ajak Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Sekolah
“Burangrang Resto, Lembur Urang Resto, Lutung Kasarung Resto, dan Purbasari Resto memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari suasana alam yang asri hingga pemandangan danau,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager We Family Outbound, Yudi, memastikan seluruh wahana yang tersedia telah melalui proses inspeksi sehingga aman digunakan selama masa libur sekolah.
“Kami menjamin seluruh wahana dalam kondisi prima, aman, dan siap digunakan untuk menyambut kunjungan keluarga selama masa liburan,” kata Yudi.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak pekan pertama pertunjukan digelar. Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Melia Melati (45), menilai pertunjukan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak.
“Menurut saya acara seperti ini harus rutin dilakukan karena sangat menghibur. Ini juga mengajarkan banyak budaya tradisional kepada anak, tadi ada tarian, cerita Kabayan, sampai pertunjukan api. Kami sangat menikmati acaranya,” ujar Melia.
Melalui pertunjukan ini, Dusun Bambu berharap dapat menghadirkan pengalaman wisata keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan budaya Sunda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak usia dini.





