Berita

Air Menghitam di Tamansari, Warga Khawatir Pencemaran Kembali Terjadi

×

Air Menghitam di Tamansari, Warga Khawatir Pencemaran Kembali Terjadi

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Ribuan ikan budidaya milik warga Kampung Sinargalih, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, dilaporkan mati massal setelah air sungai dan kolam di kawasan tersebut mendadak berubah warna menjadi hitam pada Minggu, (21/6).

Peristiwa itu kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain mengakibatkan kematian ikan dalam jumlah besar, kondisi air yang menghitam juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan dan sumber air yang digunakan warga sehari-hari.

Sejak pagi, warga terlihat sibuk membersihkan kolam dan mengangkat ikan-ikan yang mengambang di permukaan. Air di sejumlah kolam tampak berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi serupa juga terlihat pada aliran sungai yang melintasi kawasan permukiman.

Mengutip dari NewsTasikmalaya.com, Salah seorang warga, Umar, mengatakan kejadian tersebut mengingatkannya pada peristiwa serupa yang pernah terjadi beberapa waktu lalu dan menyebabkan kerugian bagi para pembudidaya ikan.

“Ya kejadian sama seperti 2024. Ikan di kolam kami mati, keadaan air menghitam. Perkiraan warga tercemar dari bak lindi TPA yang sengaja dibuang ke sungai,” ujar Umar.

Baca juga: Geger! Mayat pria ditemukan di saung kolam ikan di bantarsari Bungursari tasikmalaya

Menurutnya, warga hingga kini masih berupaya menangani dampak yang terjadi di kolam-kolam budidaya sehingga belum sempat melakukan pengecekan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir yang diduga menjadi sumber pencemaran.

“Kami belum lihat langsung ke TPA Ciangir. Warga masih sibuk ngambil ikan-ikan yang mati di kolam,” lanjutnya.

Tak hanya berdampak pada sektor perikanan, perubahan warna air juga membuat sebagian warga khawatir menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa warga yang biasanya memanfaatkan air sungai maupun sumur memilih membeli air galon karena khawatir terjadi pencemaran.

Kejadian ini kembali menyoroti pengelolaan air lindi di TPA Ciangir. Pada peristiwa serupa yang terjadi pada Oktober 2024, ratusan kolam ikan warga juga terdampak dan menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

Saat itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengakui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Ciangir belum memiliki sistem filtrasi yang memadai. Meski revitalisasi fasilitas tersebut telah mendapatkan anggaran melalui APBD 2025 dan pembangunan fisiknya dikabarkan selesai, operasional IPAL hingga kini disebut belum berjalan optimal karena masih terkendala sejumlah sarana pendukung.

Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan terhadap penyebab perubahan warna air dan mengambil langkah penanganan yang cepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain berdampak pada lingkungan, peristiwa tersebut juga mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada usaha budidaya ikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *