TasikmalayaHitz, BANDUNG – Paguyuban Wanoja Jajaka (Wajada) Budaya Jawa Barat secara resmi membuka pendaftaran Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pemilihan duta budaya atau kompetisi bakat, melainkan juga merupakan inisiatif strategis untuk mendorong generasi muda Jawa Barat agar lebih aktif dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema “Ngariksa titis waris, ngaraksa nonoman sajati, anu nyunda tur masagi.” Tema tersebut mencerminkan komitmen dalam menjaga warisan leluhur sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berjati diri Sunda, serta memiliki kecakapan yang komprehensif dalam kehidupan sosial.
Ketua Pelaksana Pasanggiri, Abdiyan Dwi Putra, menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang aktualisasi diri yang terbuka dan inklusif. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan kapasitasnya dalam berbagai aspek, mulai dari pemahaman budaya, kemampuan komunikasi, hingga literasi digital.
Menurutnya, pasanggiri ini menjadi wadah kolaboratif bagi generasi muda untuk berkontribusi secara nyata dalam pelestarian budaya. Ia menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami sejarah budaya, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari serta mengemasnya secara relevan di era digital.
Sementara itu, Founder Wajada Jawa Barat, Dudih Sutrisman, S.Pd., M.Sos., menyoroti pentingnya penguatan identitas lokal di tengah pengaruh budaya global. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya tidak boleh hanya berhenti sebagai simbol, tetapi harus diinternalisasikan dan diwujudkan dalam perilaku generasi muda.
Baca Juga : Menyesap Ketenangan di Dusun Bambu Sebuah Harmoni Sempurna Antara Budaya dan Alam Lembang
Lebih lanjut, Dudih menyampaikan bahwa diperlukan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengekspresikan potensi intelektual sekaligus karakter kebangsaannya melalui pendekatan budaya.
Penyelenggaraan pasanggiri ini juga sejalan dengan konsep Gapura Panca Waluya yang menekankan lima nilai utama, yaitu cageur (sehat lahir dan batin), bageur (berperilaku baik), bener (bertindak benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil serta adaptif). Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri.
Melalui tahapan seleksi dan pembinaan yang terstruktur, para peserta akan dipersiapkan untuk menjadi representasi positif dari daerah masing-masing. Mereka diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang adaptif, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya lokal.
Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026 terbuka bagi pemuda-pemudi di wilayah Tatar Galuh, Pakuan, dan sekitarnya. Ajang ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk tampil dan mengambil peran strategis dalam menjaga serta mengembangkan budaya Sunda agar tetap lestari dan relevan di masa kini.




