BeritaLokal

Pasar Rakyat Pancasila Tasikmalaya: Wajah Baru Pasar Tradisional sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

433
×

Pasar Rakyat Pancasila Tasikmalaya: Wajah Baru Pasar Tradisional sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Share this article

TasikmalayaHitz-Pasar Pancasila adalah salah satu pasar rakyat yang penting dan bersejarah di Kota Tasikmalaya. Terletak di Kecamatan Tawang, pasar ini tidak hanya menjadi pusat transaksi jual beli harian bagi masyarakat, tetapi juga merupakan urat nadi pergerakan ekonomi di wilayah tersebut, terutama setelah menjalani program revitalisasi besar-besaran.

Sejarah dan Lokasi Strategis

Pasar Pancasila telah berdiri sejak tahun 1994/1995, menempati lahan yang strategis, berdekatan dengan Terminal Pancasila yang merupakan titik transit bagi angkutan dalam kota dan rute Ciamis–Tasikmalaya.

Pasar ini menyediakan berbagai jenis dagangan, mulai dari sembako, sayuran, bahan makanan setengah jadi, pakaian, hingga kosmetik. Kegiatan perdagangan di pasar ini sangat dinamis, dengan jam operasional yang dimulai sejak dini hari:

Pukul 02.00 – 08.00 WIB: Biasanya diisi oleh pedagang kaki lima (PKL) subuh yang menjual hasil bumi dan kebutuhan pokok.

Pukul 08.00 – 17.00 WIB: Aktivitas utama oleh pedagang kios dan pedagang pakaian.

Revitalisasi: Dari Kumuh Menjadi Modern

Sebelum tahun 2022, Pasar Pancasila dikenal memiliki masalah klasik pasar tradisional, seperti kondisi bangunan yang mulai rusak, jarak antar kios yang rapat, lingkungan yang becek, dan kesan kumuh.

Namun, pada tahun 2021, Pasar Pancasila menjadi bagian dari program Revitalisasi Pasar Rakyat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (program “Pasar Jabar Juara”).

Poin Utama Revitalisasi:

Sumber Dana: Dana bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat (bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional/PEN) dengan anggaran mencapai sekitar Rp 15 miliar.

Peresmian: Pasar ini diresmikan pada Januari 2022 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, bersama dengan Wakil Menteri Perdagangan RI.

Tampilan Baru: Pasar Pancasila kini mengusung konsep “Pasar Rakyat menjadi Rumah Ekonomi dan Rumah Budaya Indonesia”. Bangunan pasar direnovasi menjadi lebih representatif, bersih, dan tertata, bahkan memiliki bangunan dua lantai.

Dampak: Pasca-revitalisasi, pedagang dan pengunjung merasakan kenyamanan yang meningkat. Pasar tidak lagi becek, lebih bersih, dan tertata, yang diharapkan dapat meningkatkan transaksi jual beli dan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern.

Peran Ekonomi dan Tantangan Saat Ini

Dengan lebih dari 300 kios dan sejumlah besar pedagang kaki lima, Pasar Pancasila memegang peran strategis dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Meskipun telah direvitalisasi, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan lantai dua yang terkadang belum seramai lantai dasar. Pengelola terus berupaya memastikan kualitas pasar tetap terjaga agar pasar ini terus menjadi rumah ekonomi yang menguntungkan bagi seluruh pedagang dan nyaman bagi konsumen.

Bagi masyarakat, Pasar Pancasila kini menjadi contoh pasar rakyat yang berhasil bertransformasi, membuktikan bahwa pasar tradisional mampu bersaing dan memberikan pengalaman berbelanja yang bersih, aman, dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *