BeritaLokalPengabdian Masyarakat

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair: Dorong Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Produk Bernilai

257
×

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair: Dorong Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Produk Bernilai

Share this article
Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya, 2 Agustus 2025 — Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang kembali menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair, yang dilaksanakan pada Sabtu, 02 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di area Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang dan diikuti dengan antusias oleh para anggota.

Pelatihan ini menghadirkan Bapak Ihsan sebagai narasumber, yang membagikan pengetahuan dan praktik langsung mengenai proses pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur dan sampah organik rumah tangga. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru kepada anggota untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomis.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Pendanaan 2025.

Dalam sambutannya, Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta.

“Kami ingin anggota bank sampah tidak hanya fokus pada sampah anorganik, tapi juga mampu mengelola sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Pupuk cair ini sangat potensial untuk pertanian rumah tangga bahkan dijual sebagai produk lokal,” ujar Dini.

Senada dengan itu, Moch. Haerul Ihsan, selaku Direktur Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan sehat dan produktif.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat harus menyentuh semua aspek, termasuk pemanfaatan limbah organik. Kami yakin pelatihan ini akan membawa dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan dan ekonomi warga,” jelasnya.

Para peserta merasakan manfaat langsung dari pelatihan ini. Bu Tati, salah satu anggota bank sampah, menyampaikan.

“Saya baru tahu kalau air cucian beras dan sisa sayur bisa dijadikan pupuk cair. Ini sangat berguna, apalagi saya suka berkebun di rumah.”

Pak Aceng juga memberikan testimoni positif,

“Pelatihan ini membuka wawasan baru. Pupuk organik cair ternyata bisa dibuat dengan bahan-bahan sederhana, dan hasilnya bagus untuk tanaman. Saya akan coba produksi sendiri untuk dijual,” ujarnya.

Pelatihan ditutup dengan sesi praktik membuat pupuk cair secara berkelompok. Para peserta membawa pulang hasil racikan pertama mereka sebagai langkah awal produksi mandiri di rumah masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang dalam membangun kesadaran lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan sampah terpadu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *