TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Kebutuhan akses internet yang tinggi di kalangan mahasiswa menjadikan WiFi publik, termasuk jaringan kampus, sebagai fasilitas utama yang sering digunakan. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman yang tidak disadari banyak pengguna. Menanggapi hal ini, Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai risiko penggunaan jaringan publik tanpa perlindungan yang tepat.
“WiFi kampus memang memudahkan akses belajar. Tapi mahasiswa tetap perlu paham, jaringan terbuka juga bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mencuri data,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, banyak mahasiswa belum menyadari bahwa mengakses akun penting seperti email, sistem akademik, atau media sosial lewat jaringan publik tanpa pengamanan dapat membuka peluang penyadapan informasi. Ia pun menganjurkan mahasiswa menggunakan VPN, menghindari akses ke akun sensitif di jaringan terbuka, dan selalu log out setelah selesai.
Universitas BSI Kampus Tasikmalaya sendiri telah menyiapkan sistem jaringan kampus yang aman dan terkontrol. Selain itu, kampus juga aktif memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang etika dan keamanan digital, terutama melalui kegiatan nonformal.
“Kami tidak hanya menyediakan fasilitas teknologi, tapi juga mengedukasi bagaimana menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab. Karena keamanan digital adalah bagian dari kompetensi masa kini,” tambah Bambang.
Sebagai kampus berbasis teknologi dengan biaya kuliah yang terjangkau, Universitas BSI Kampus Tasikmalaya terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang cerdas, aman, dan mendukung pengembangan karakter digital mahasiswa.









