TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, tak cukup bagi mahasiswa hanya mengandalkan nilai akademik atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Justru, perusahaan kini lebih melirik lulusan yang memiliki soft skill unggul. kemampuan non-teknis yang menunjang kinerja dan kolaborasi di lingkungan kerja.
Koordinator BSI Career Center Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom, menegaskan bahwa soft skill adalah bekal penting yang wajib dimiliki mahasiswa sebelum lulus.
“Kemampuan komunikasi, etika kerja, berpikir kritis, hingga manajemen waktu adalah beberapa soft skill utama yang sering jadi penilaian awal HRD saat seleksi kerja. Perusahaan ingin tahu, apakah calon karyawan bisa bekerja dalam tim, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri,” jelas Dini.
Universitas BSI melalui BSI Career Center secara aktif membekali mahasiswanya dengan berbagai pelatihan pengembangan diri. Mulai dari pelatihan public speaking, job interview, hingga simulasi kerja tim. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional yang dinamis.
Lebih lanjut, Dini menyampaikan bahwa mahasiswa perlu mulai membangun soft skill sejak duduk di bangku kuliah, bukan menjelang lulus. Organisasi kampus, kegiatan relawan, magang, serta proyek kolaboratif menjadi sarana efektif untuk mengasah keterampilan tersebut.
“Saat ini HRD bukan hanya membaca isi CV, tapi juga menilai bagaimana mahasiswa membangun jejaring, berpikir solutif, dan beradaptasi di lingkungan kerja baru. Ini yang menjadi nilai tambah di mata rekruter,” tambahnya.
Diharapkan melalui pembinaan karier yang berkelanjutan, mahasiswa Universitas BSI dapat menjadi lulusan yang job-ready, mampu bersaing di pasar kerja lokal maupun global.









