TasikmalayaHitz, Tasikmalaya, 27 Oktober 2025 – Tim Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya yang diketuai oleh Herlan Sutisna, S.T, M.Kom, telah sukses menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun anggaran 2025 dengan judul “PKM Peningkatan Produktivitas Silica Powder Dari Limbah Kaca Dengan Penerapan Teknologi Informasi Untuk Peningkatan Sirkular Ekonomi Pada Bank Sampah Berseka Tasikmalaya”.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan sebagai tahap awal pendampingan mitra utama, yaitu Bank Sampah Induk Berseka Tasikmalaya, dengan fokus utama pada peningkatan efektivitas operasional melalui adopsi teknologi digital dan inovasi produk.
Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, tahun anggaran 2025.
Fokus Diskusi dan Agenda Kemitraan
FGD yang dihadiri oleh pengurus Bank Sampah Induk Berseka Tasikmalaya membahas tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan teknologi dan inovasi produk di bank sampah. Tiga agenda utama yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah:
- Pendampingan Penerapan Aplikasi Bank Sampah: Memastikan sistem pencatatan dan transaksi sampah berjalan lebih efisien, akuntabel, dan mendukung pelaporan terkait produk turunan limbah kaca melalui aplikasi khusus.
- Manajemen Keuangan: Pembekalan dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan yang baku dan mudah dipahami untuk meningkatkan transparansi usaha.
- Digital Marketing: Peningkatan kemampuan promosi produk unggulan, termasuk Silica Powder dari limbah kaca, serta perluasan jangkauan edukasi dan layanan bank sampah kepada masyarakat melalui platform
Komitmen Kampus dan Apresiasi Mitra
Herlan Sutisna, Ketua Tim Pelaksana PKM UBSI Kampus Tasikmalaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi: “Melalui program PKM ini, kami berupaya mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada Bank Sampah Induk Berseka agar mereka tidak hanya efektif dalam pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki tata kelola keuangan yang transparan dan mampu menjangkau lebih banyak nasabah melalui promosi digital. Yang terpenting, kami fokus pada peningkatan produktivitas Silica Powder dari limbah kaca melalui penerapan alat inovasi. Ini adalah wujud komitmen UBSI dalam mendukung sirkular ekonomi kreatif dan pembangunan berkelanjutan di Tasikmalaya.”
Sementara itu, Erlan selaku Direktur Bank Sampah Berseka menyampaikan rasa terima kasihnya: “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari tim dosen UBSI. Adanya pendampingan aplikasi, manajemen keuangan, dan terutama inovasi alat untuk mengolah limbah kaca menjadi Silica Powder, akan membuat operasional kami lebih profesional dan produktif. Kami optimis Bank Sampah Berseka dapat dikenal lebih luas dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi.”
Tujuan dan Relevansi Program
Program PKM ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Tujuan utama program ini adalah:
- Peningkatan Produktivitas Silica Powder melalui penerapan alat inovasi pengolahan limbah kaca.
- Mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan penciptaan nilai ekonomi dari limbah melalui inovasi produk.
- Mendigitalisasi tata kelola dan pemasaran Bank Sampah Berseka

Kegiatan FGD ini merupakan pijakan awal dari serangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan dengan pelatihan intensif, implementasi dan pelatihan penggunaan alat inovasi, serta mentoring strategi pemasaran digital. Diharapkan hasil akhir program ini dapat meningkatkan kapasitas Bank Sampah Induk Berseka dalam aspek pengelolaan data berbasis digital, manajemen keuangan, dan peningkatan kuantitas serta kualitas produk Silica Powder.



