PendidikanLokal

Pustakawan Universitas BSI Ikuti Bimtek Kepenulisan Naskah Budaya Lokal di Kota Tasikmalaya: Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak

111
×

Pustakawan Universitas BSI Ikuti Bimtek Kepenulisan Naskah Budaya Lokal di Kota Tasikmalaya: Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak

Share this article
Pustakawan Universitas BSI Ikuti Bimtek Kepenulisan Naskah Budaya Lokal di Kota Tasikmalaya: Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya 28 Oktober 2025 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Naskah Budaya Lokal pada Senin, 27 Oktober 2025di Aula Bale Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini menghadirkan Erik Herdian K sebagai narasumber utama, seorang editor di Nyala Kala Cakra dan Spirit Media Edukasi, sekaligus seorang jurnalis, penulis, editor, dan redaktur.

Linatul Hikmah pustakawan Universitas BSI Kampus Kota Tasikmalaya, turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Naskah Budaya Lokal ini. Dengan mengusung tema “Tidak Ada Tulisan yang Tak Retak”, Kang Erik mengajak para peserta untuk memahami pentingnya proses penyuntingan naskah sebagai bagian dari upaya menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa setiap tulisan memerlukan proses penyuntingan agar pesan yang disampaikan lebih tajam dan bermakna.

“Menyunting bukan hanya memperbaiki kata atau kalimat, tapi juga menyempurnakan makna. Tak ada tulisan yang lahir sempurna tanpa melalui proses revisi,” ujar Kang Erik.

Dalam pemaparannya, Kang Erik menjelaskan berbagai aspek penting dalam penyuntingan, antara lain pengertian menyunting, alasan mengapa penyuntingan penting, serta tahapan dan aspek yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut. Ia juga memperkenalkan tiga tipe penulis lemah, liat, dan luwes sebagai refleksi sikap penulis dalam menghadapi kritik dan proses revisi. Selain itu, peserta diajak untuk mengenal konsep swasunting, yaitu kemampuan seorang penulis untuk menilai dan memperbaiki tulisannya sendiri sebelum dipublikasikan.

Kegiatan Bimtek ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diskusi interaktif dan sesi pendampingan bersama para mentor untuk finalisasi naskah yang akan diterbitkan. Lina mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan ini, terutama tentang pentingnya proses penyuntingan dalam menjaga kualitas karya tulis.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebagai pustakawan, saya jadi lebih memahami bagaimana naskah budaya lokal disunting dengan baik agar layak terbit dan bisa menjadi referensi bagi masyarakat,” ungkap Lina.

Lebih lanjut, Lina menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Sebagai pustakawan, saya berharap kegiatan seperti Bimtek ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan,” ujar Lina.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkaya wawasan tentang kepenulisan dan penyuntingan naskah, tetapi juga memperkuat peran pustakawan dalam penyebaran literasi budaya lokal. Semoga ke depannya, perpustakaan bisa menjadi pusat lahirnya karya-karya budaya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.” Lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Dispusipda Kota Tasikmalaya berharap dapat melahirkan penulis-penulis lokal yang mampu menghasilkan karya tulis budaya berkualitas, serta memperkuat sinergi antara pustakawan dan pegiat literasi dalam pelestarian warisan budaya daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *