Pendidikan

Pustakawan UBSI Tasikmalaya Bersama Penulis Kota Tasikmalaya: Budaya Lokal untuk Literasi Budaya

111
×

Pustakawan UBSI Tasikmalaya Bersama Penulis Kota Tasikmalaya: Budaya Lokal untuk Literasi Budaya

Share this article
Pustakawan UBSI Tasikmalaya Bersama Penulis Kota Tasikmalaya: Budaya Lokal untuk Literasi Budaya

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya, 02 Oktober 2025 – Pustakawan UBSI Tasikmalaya bersama penulis berbasis konten lokal bergabung dalam kegiatan diskusi kelompok pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Lokal yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tasikmalaya.

Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Cihideung ini diikuti oleh 60 peserta yang terbagi ke dalam 6 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari berbagai unsur bidang yang terbagi berdasarkan tema penulisan yang akan diangkat dalam buku. Mereka diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan naskah yang sudah dijalankan, sekaligus merumuskan rencana editing naskah yang dapat dilakukan secara bersama.

Salah satu kelompok yang menarik perhatian beranggotakan:

  • Linatul Hikmah (Perpustakaan UBSI Tasikmalaya)
  • Irma Nurhidayah (Dosen STIA Tasikmalaya)
  • Allys Setia (Perpustakaan SKMN 1 Tasikmalaya)
  • Anisa Faqot (Penulis)
  • Ayu Silviani (Penulis)

Mereka aktif berdiskusi dalam sesi diskusi konten budaya lokal dengan tema makanan khas Tasikmalaya. Dalam diskusi tersebut mereka menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mengangkat kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Mereka juga memberikan masukan tentang strategi penyajian konten yang menarik, seperti penulisan naratif yang mengangkat sejarah, nilai budaya, dan pengalaman personal dalam menikmati makanan khas Tasikmalaya.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan materi oleh Dudi Rohdinulhak, dengan tema “Penulisan Bertajuk Budaya Lokal.”

Diskusi ini juga dilakukan bersama dengan mentor untuk memperdalam pemahaman tentang penulisan konten budaya lokal, khususnya yang bertema makanan khas Tasikmalaya. Dalam sesi tersebut, mentor memberikan arahan mengenai draft naskah yang sedang digarap, serta pentingnya riset mendalam, teknik penulisan yang menarik, dan bagaimana mengangkat nilai budaya di balik setiap makanan tradisional.

Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta bertanya langsung terkait teknik menulis, penggunaan data budaya, hingga cara menyusun alur tulisan yang efektif. Melalui bimbingan mentor, peserta menjadi lebih percaya diri dan terarah dalam mengembangkan ide menjadi naskah yang berkualitas.

Setiap peserta diwajibkan menyusun draf naskah, yang nantinya akan diterbitkan. Saat ini draft naskah semua peserta sudah hampir 80% selesai.

Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Dari Diskusi ke Naskah Budaya

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, pustakawan, pegiat literasi, dan masyarakat dalam upaya mendorong pelestarian budaya lokal melalui penulisan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan dan keterampilan teknis dalam menulis konten berbasis budaya lokal, tetapi juga terlibat aktif dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya dokumentasi warisan budaya Kota Tasikmalaya. Kehadiran narasumber yang kompeten serta partisipasi antusias dari berbagai pihak menciptakan ruang diskusi yang produktif dan inspiratif. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus berlanjut dalam bentuk aksi nyata, karya tulis dan gerakan literasi budaya yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *