Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin mudah, etika
digital menjadi topik yang semakin relevan untuk diperbincangkan. Bambang Kelana Simpony,
dosen di Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, menyampaikan pandangannya mengenai
pentingnya menjaga etika di dunia digital, terutama bagi generasi muda yang kini lebih aktif di
dunia maya.
Dalam paparannya, Bambang menekankan bahwa kemajuan teknologi, terutama media sosial,
telah membuka peluang yang luar biasa bagi individu dan organisasi untuk berinteraksi serta
berbagi informasi. Namun, hal ini juga memunculkan tantangan baru, yakni bagaimana menjaga
norma dan etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
"Media sosial saat ini bukan hanya tempat berbagi momen pribadi, tetapi sudah menjadi
platform profesional yang digunakan untuk membangun reputasi dan citra diri. Sayangnya,
banyak yang masih belum memahami pentingnya etika digital, terutama di kalangan generasi
muda," ujar Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa etika digital tidak hanya sebatas perilaku yang baik dan sopan di
internet, tetapi juga mencakup tanggung jawab atas informasi yang disebarkan. "Kita sering
melihat fenomena penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Ini adalah contoh kurangnya
pemahaman tentang tanggung jawab digital," tambahnya.
Universitas BSI Kampus Tasikmalaya, melalui program-program pendidikan di bidang teknologi
informasi, terus berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam
tentang pentingnya etika digital. "Kami di Universitas BSI tidak hanya fokus mengajarkan
keterampilan teknis, tetapi juga mengarahkan mahasiswa untuk menjadi pengguna teknologi
yang bijak dan bertanggung jawab," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam menjaga etika digital:
1. Bagaimana Menyaring Informasi – Pengguna internet, terutama generasi muda, harus
mampu menyaring dan mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya ke
publik.
2. Menghindari Ujaran Kebencian – Penggunaan kata-kata yang sopan dan menghindari
ujaran kebencian penting untuk menjaga keharmonisan di dunia maya.
3. Privasi dan Keamanan Data – Setiap individu bertanggung jawab atas data pribadi
mereka dan harus memahami pentingnya menjaga privasi, terutama di platform digital
yang rentan terhadap pencurian data.
"Kami ingin lulusan Universitas BSI Kampus Tasikmalaya menjadi contoh pengguna teknologi
yang etis dan bertanggung jawab, karena merekalah yang nantinya akan memimpin di dunia
kerja digital," tutup Bambang.
Dengan tantangan yang ada, Bambang berharap lebih banyak generasi muda sadar akan
pentingnya etika digital dan memanfaatkannya sebagai modal untuk membangun masa depan
yang lebih baik.



