Cabang olahraga panahan kembali membuktikan diri sebagai lumbung emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Bertanding di lapangan panahan yang dipadati pendukung tuan rumah, dua pemanah andalan Indonesia, Diananda Chairunisa dan Riau Egha Agata Salsabila, sukses mengawinkan gelar juara di nomor individual recurve putra dan putri.
Diananda Chairunisa yang turun di sektor putri tampil sangat tenang saat menghadapi tekanan dari wakil tuan rumah di partai puncak. Ketajaman bidikan atlet asal Jawa Timur ini memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali dari arena panahan hari ini. Langkah gemilang Diananda kemudian diikuti oleh seniornya, Riau Egha Agata Salsabila, yang tampil dominan di sektor putra dengan akurasi yang hampir sempurna di setiap set.
Kemenangan ini bukan hanya soal medali, melainkan pembuktian konsistensi panahan Indonesia di kancah Asia Tenggara. Usai pengalungan medali, Diananda Chairunisa mengungkapkan rasa syukur dan dedikasinya atas kemenangan ini.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kemenangan ini berkat doa masyarakat dan kerja keras seluruh tim pelatih. Saya hanya fokus pada setiap anak panah saya dan mencoba tetap tenang meskipun tekanan penonton cukup besar,” ujar Diananda.
Senada dengan Diananda, Riau Egha Agata Salsabila menekankan pentingnya menjaga mentalitas selama pertandingan berlangsung. Ia menyebutkan bahwa hasil ini merupakan bagian dari target besar tim panahan Indonesia untuk mempertahankan dominasi di kawasan ASEAN.
“Kami memang sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari untuk menghadapi tekanan seperti di Bangkok ini. Emas ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Semoga hasil ini bisa menambah motivasi teman-teman yang lain untuk terus mendulang medali di nomor-nomor berikutnya,” tegas Riau Egha.
Keberhasilan menyandingkan dua emas di nomor bergengsi ini semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai kekuatan utama panahan di Asia Tenggara. Setelah sukses di nomor individu, fokus tim kini beralih ke nomor beregu dan campuran yang diharapkan mampu kembali menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih.



