Bisnis

BPS Catat Inflasi Agustus 0,21%, Daging Ayam Jadi Pendorong Utama

×

BPS Catat Inflasi Agustus 0,21%, Daging Ayam Jadi Pendorong Utama

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat mencapai 3,19 persen dan inflasi tahun kalender berada di angka 1,86 persen.

Mengutip dari detikFinance, data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).

Menurut Ateng, kenaikan inflasi bulanan terjadi seiring meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

“Pada Agustus 2026 terjadi inflasi sebesar 0,21% secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus tahun 2026. Secara tahunan atau year on year terjadi inflasi sebesar 3,19%. Secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,86%,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).

Baca juga: Popiah: Revolusi Camilan Sehat nan Legendaris, Peluang Bisnis Kuliner yang Kembali ‘Naik Kelas’

BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi selama Agustus. Dari sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, daging ayam ras memberikan andil terbesar terhadap inflasi nasional.

Ateng menjelaskan kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dengan kontribusi sebesar 0,17 persen terhadap inflasi bulanan. Daging ayam ras menjadi komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan harga pada kelompok tersebut.

“Kelompok pengeluaran yang mendorong terjadi inflasi bulanan terbesar terutama pada makanan minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,57% dan kelompok tersebut memberikan adil inflasi sebesar 0,17%. Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%,” lanjutnya.

Data inflasi Agustus 2026 tersebut menjadi gambaran perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama satu bulan terakhir, dengan sektor pangan masih menjadi faktor utama yang memberikan tekanan terhadap inflasi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *