TasikmalayaHitz-
Satu Tahun Kepemimpinan Viman-Diky Dikritik Keras Mahasiswa Tasikmalaya
Aliansi BEM se-Tasikmalaya menggelar unjuk rasa di depan Bale Kota pada Kamis (26/2/2026) sebagai bentuk evaluasi kritis terhadap setahun masa jabatan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan dan Wakil Wali Kota Diky Candra. Mahasiswa menilai kinerja pasangan pimpinan daerah tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti bagi kota.
Poin-Poin Utama Aspirasi Mahasiswa:
-
Janji Kampanye Belum Optimal: Mahasiswa menyoroti 18 program kerja dan 7 program prioritas yang dinilai belum terealisasi secara maksimal selama setahun terakhir.
-
Isu Ketidakharmonisan: Muncul dugaan adanya keretakan komunikasi antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dianggap mengganggu stabilitas jalannya pemerintahan.
-
Sikap “Tasik Teu Usik”: Koordinator Lapangan, Dede Firmansyah, menyentil kondisi kota yang stagnan dengan jargon “Tasik teu usik” (Tasik tidak bergerak) dan mendesak pimpinan mundur jika tidak mampu menjalankan amanah.
Kronologi Kericuhan dan Negosiasi:
Kondisi di lapangan sempat memanas dan diwarnai aksi saling dorong dengan polisi serta pembakaran ban. Hal ini dipicu oleh kekecewaan massa karena Viman dan Diky tidak berada di tempat untuk menemui mereka secara langsung.
Aksi akhirnya mereda setelah Sekretaris Daerah (Sekda), Asep Goparulloh, turun menemui massa untuk berdialog secara melingkar. Meski demikian, Aliansi BEM mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan dan nota kesepakatan mereka tidak segera ditindaklanjuti secara nyata oleh Pemerintah Kota.





