BeritaTeknologi

Mempersiapkan Generasi Muda Menghadapi Era Society 5.0: Perspektif Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya

398
×

Mempersiapkan Generasi Muda Menghadapi Era Society 5.0: Perspektif Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya

Share this article
Ilustrasi Era Society 5.0

TasikmalayaHitz, Tasikmalaya – Dunia saat ini sedang memasuki era Society 5.0, sebuah konsep masyarakat yang mengintegrasikan teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data ke dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi hal ini, Bambang Kelana Simpony, dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Tasikmalaya, memberikan pandangannya tentang peran pendidikan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era baru ini.

Era Society 5.0 adalah konsep yang digagas oleh Jepang sebagai kelanjutan dari Revolusi Industri 4.0. Jika Revolusi Industri 4.0 fokus pada otomatisasi dan digitalisasi, Society 5.0 menekankan pada pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan manusia dan penyelesaian masalah sosial. Bambang menjelaskan bahwa Society 5.0 bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bambang Kelana Simpony telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan dan teknologi. Dengan pengalamannya, ia menyoroti pentingnya mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan nilai-nilai humanisme. Pernyataan ini disampaikan oleh Bambang Kelana Simpony dalam wawancara dengan TasikmalayaHitz, di mana ia menekankan pentingnya adaptasi pendidikan dalam menghadapi perubahan zaman.

Menurut Bambang, era Society 5.0 sudah mulai terasa dampaknya, terutama di negara-negara maju. Ia menekankan bahwa Indonesia, termasuk dunia pendidikan, harus segera beradaptasi agar tidak tertinggal.

“Persiapan harus dimulai dari sekarang, terutama melalui kurikulum yang relevan dan pembekalan keterampilan masa depan. Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda”. Terang Bambang.

“Universitas tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga menciptakan individu yang mampu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial melalui teknologi”. Tambahnya.

“Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali dengan literasi digital, kemampuan analitis, dan etika dalam menggunakan teknologi”. Akhirinya.

Universitas BSI Kampus Tasikmalaya telah mengambil langkah proaktif dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum pembelajaran. Tidak hanya mengajarkan teori, universitas ini juga memberikan pengalaman praktis melalui proyek-proyek berbasis teknologi. Selain itu, Universitas BSI juga aktif mengadakan seminar, workshop, dan kolaborasi dengan industri untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi era Society 5.0.

Bambang menutup dengan pesan optimis bahwa dengan persiapan yang matang, generasi muda Indonesia tidak hanya akan menjadi penonton, tetapi juga pemain utama dalam era Society 5.0. Dengan adanya transformasi pendidikan yang berbasis teknologi dan humanisme, diharapkan generasi muda dapat beradaptasi dengan baik dalam menghadapi perubahan zaman serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *