TasikmlayaHitz – Hantaman angin kencang akibat cuaca ekstrem menyebabkan sebuah rumah milik lansia di Kabupaten Pangandaran mengalami kerusakan parah. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Ciakar, Desa Ciakar, Kecamatan Cijulang, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah sebuah pohon randu berukuran besar tumbang dan menimpa bangunan rumah.
Rumah tersebut diketahui dihuni oleh Apud (81) bersama istrinya, Romsah (67). Saat kejadian, keduanya berada di dalam rumah. Kondisi Romsah yang sedang sakit dan mengalami keterbatasan gerak membuat proses penyelamatan membutuhkan penanganan ekstra.
Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, melalui personel lapangan Ema Hadinur Janah, menjelaskan bahwa angin kencang datang secara tiba-tiba. Pohon randu yang berada dekat permukiman warga tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya roboh dan menghantam bagian atap serta dinding rumah korban.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Emen. Melihat kondisi rumah yang tertimpa pohon, saksi langsung melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah desa dan tim Tagana agar segera mendapatkan penanganan.
Evakuasi Lansia Dilakukan Menggunakan Tandu
Karena kondisi Romsah yang tidak memungkinkan untuk berjalan, proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga bersama relawan berinisiatif menggunakan tandu untuk mengeluarkan korban dari dalam rumah yang telah rusak berat.
“Istri korban tidak bisa berjalan, sehingga warga berinisiatif membawanya menggunakan tandu untuk diungsikan ke rumah anaknya, Ahmad. Lokasinya berada di seberang rumah korban,” terang Ema melalui keterangan resmi Tagana Pangandaran.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban diungsikan sementara ke rumah keluarga terdekat. Meski rumah mengalami kerusakan cukup serius, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Satu kepala keluarga dengan dua jiwa kini harus mengungsi sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Tagana dan Warga Lakukan Penanganan Darurat
Menindaklanjuti laporan kejadian, enam personel Tagana dari Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi. Bersama warga setempat, tim gabungan melakukan asesmen serta pemotongan batang pohon randu yang menimpa bangunan rumah.
Peristiwa ini telah dilaporkan kepada Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pangandaran. Saat ini, kebutuhan mendesak korban meliputi terpal untuk menutup atap rumah yang jebol serta bantuan logistik berupa sembako.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pangandaran menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar, agar lebih waspada terhadap potensi bencana serupa.



