KesehatanPendidikan

Guru BK Juga Perlu Merawat Diri, Kesehatan Mental Jadi Kunci Optimal Dampingi Siswa

×

Guru BK Juga Perlu Merawat Diri, Kesehatan Mental Jadi Kunci Optimal Dampingi Siswa

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Kesehatan mental guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas mendampingi siswa. Di tengah tanggung jawab membantu menyelesaikan berbagai permasalahan peserta didik, guru BK juga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis dirinya sendiri.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam Seminar Pemuda Digital yang diselenggarakan UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya, di Hotel Horison, pada Kamis (15/10). Seminar menghadirkan Lina Dwi Puryanti sebagai Hypnotherapist, Educational Content Creator dan Founder Edukangel Leader.

Ia mengingatkan bahwa guru BK tidak hanya bertanggung jawab mendampingi siswa, tapi juga perlu menjaga kesejahteraan mentalnya agar dapat menjalankan peran secara optimal.

Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Wujudkan Digitalisasi Layanan Pendidikan Melalui Hibah Aplikasi Berbasis Web kepada KCD Wilayah XII Jawa Barat

“Guru BK itu juga manusia yang butuh untuk dirawat. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?
Guru BK berhak menjalani kehidupan yang tenang dan bermakna, meskipun memiliki tanggung jawab besar dalam membantu siswa menghadapi berbagai persoalan,” katanya.

Lanjutnya, kondisi mental yang lebih sehat, guru BK diharapkan dapat menjalankan tugas bimbingan dan konseling terhadap siswa secara lebih optimal. Kemampuan menjaga keseimbangan diri juga membantu guru memahami batasan dalam menjalankan peran profesionalnya.

“Guru BK yang tangguh itu bukan guru BK yang selalu kuat, tapi guru BK yang mampu menguatkan murid-muridnya tanpa mengabaikan diri sendiri,” tegasnya.

Selain menjaga kesehatan mental, guru BK juga didorong untuk mengikuti perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu proses edukasi, pemberian bimbingan, serta penyampaian informasi kepada siswa agar sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Baca juga: Gaya Hidup Praktis Ancam Kesehatan Gen Z, Risiko Diabetes hingga Gagal Ginjal Meningkat

Lina juga menekankan pentingnya kesiapan emosional guru BK sebelum mendampingi siswa dengan beragam permasalahan. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti tangki cinta yang perlu terisi agar guru dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain tanpa mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri.

“Guru BK itu perlu penuh dulu tangki cintanya. Guru BK itu mampu sehat mentalnya, sehingga dia bisa lebih optimal dalam menjalankan perannya,” ungkapnya.

Melalui seminar tersebut, para tenaga pendidik diharapkan semakin menyadari bahwa merawat diri bukanlah bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab, melainkan bagian penting untuk menjaga kualitas pendampingan kepada siswa. Maka dari itu, guru BK dapat terus hadir bagi peserta didik sekaligus tetap peduli terhadap kesehatan mentalnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *