Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) tidak hanya dirasakan oleh sekolah formal saja, tapi juga mulai memberikan dampak positif yang signifikan pada ekosistem sekolah berbasis pesantren. Kehadiran AI dinilai ampuh membantu menyempurnakan serta menyederhanakan tugas-tugas pengajaran guru di tengah keterbatasan akses gawai bagi para santri.
Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Syukron Ramdani, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 1 Kabupaten Tasikmalaya usai menghadiri kegiatan Seminar Pemuda Digital 2026 bertajuk “Creative Mind in the AI Era: Menjaga Kreativitas, Critical Thinking, dan Kesehatan Mental di Era Artificial Intelligence” yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya di Hotel Horison Tasikmalaya, Kamis (15/10).
Dalam wawancara seusai acara, Syukron mengungkapkan bahwa materi mengenai kesehatan mental pendidik dan self-reward menjadi poin yang paling berkesan bagi dirinya. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi psikologis guru, sama pentingnya dengan pelayanan kepada para siswa.
“Bukan hanya siswa saja yang harus mendapatkan penanganan atau treatment yang baik dari kita, tetapi kita sendiri pun harus mendapatkan treatment sebagai bentuk self-reward bagi guru,” katanya.
Baca juga: Kunci Sukses Guru BK di Era AI: Fisik Sehat, Mental Kuat, dan Bijak Bermedia
Terkait penerapan teknologi di lingkungan sekolahnya, Syukron menjelaskan bahwa dampak AI saat ini lebih banyak dirasakan secara langsung oleh jajaran tenaga pengajar dibandingkan para siswa. Hal ini mengingat kultur sekolah berbasis pesantren yang melarang para santri membawa gawai atau smartphone.
“Di sekolah saya karena basic-nya pesantren, untuk langsung ke anak sepertinya belum terlalu terasa karena tidak pegang smartphone. Jadi keberadaan AI ini berdampak sekali ke guru, sangat membantu dan menyempurnakan tugas-tugas guru,” terangnya.
Selain itu, ia berharap para pendidik dapat memanfaatkan inovasi digital secara optimal guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar.
Menutup sesi wawancara, Syukron menitipkan pesan untuk seluruh pendidik maupun masyarakat di era digital saat ini, yaitu pentingnya bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.
“Intinya bijak saja dalam menggunakannya, karena dampak positifnya besar dan dampak negatifnya juga sangat besar. Kalau kita bijak menggunakannya, Insya Allah hasilnya pun akan bermanfaat,” tutupnya.









