Teknologi

Bukan Cuma AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026

×

Bukan Cuma AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026

Share this article

 Tasikmalayahitz.com, Amerika Serikat— Perkembangan teknologi pada 2026 tidak hanya didominasi oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sejumlah inovasi lain juga mulai berkembang dan diperkirakan membawa perubahan terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Senin (28/9).

Tahun 2026 disebut sebagai salah satu periode peralihan dari era perangkat lunak menuju era AI fisik, ketika berbagai teknologi mulai bergerak dari tahap penelitian dan pengembangan menuju penerapan secara nyata di berbagai industri.

Berdasarkan laporan TechCon Global yang dikutip dari Kompas.com, terdapat sedikitnya 12 teknologi yang layak diperhatikan sepanjang 2026. Dari daftar tersebut, enam di antaranya dinilai memiliki potensi besar dalam mengubah kehidupan dan aktivitas manusia.

Berikut enam teknologi yang menjadi perhatian pada 2026:

1. Baterai Sodium-ion

Teknologi baterai sodium-ion mulai menjadi alternatif bagi baterai lithium-ion yang selama ini banyak digunakan, khususnya pada kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

CATL, salah satu produsen baterai terbesar di dunia, mengonfirmasi rencana penerapan teknologi sodium-ion secara komersial pada 2026. Teknologi tersebut ditujukan untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sistem pertukaran baterai, hingga penyimpanan energi.

Generasi terbaru baterai sodium-ion CATL diklaim mampu mendukung kendaraan listrik menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dengan kepadatan energi mencapai 175 Wh/kg.

Baterai ini juga dirancang untuk bekerja pada suhu ekstrem, mulai dari minus 40 hingga 70 derajat Celsius, serta memiliki siklus hidup yang diklaim mencapai 8.000 hingga 10.000 siklus.

2. Keamanan Siber Preemptif

Keamanan siber juga mengalami perubahan dari pendekatan reaktif menjadi lebih antisipatif. Teknologi preemptive cybersecurity dirancang untuk mendeteksi anomali dan potensi celah keamanan sebelum serangan terjadi.

Sistem ini memanfaatkan analitik berbasis AI secara real-time untuk mengenali aktivitas mencurigakan dan membantu organisasi mengambil tindakan pencegahan lebih awal.

Perkembangan teknologi tersebut turut terlihat dari meningkatnya investasi di sektor keamanan siber. Startup AiStrike, misalnya, memperoleh pendanaan sebesar 7 juta dollar AS pada Januari 2026.

Gartner juga memproyeksikan bahwa pada 2030 sekitar 50 persen anggaran keamanan siber global akan bergeser dari pendekatan reaktif menuju pendekatan proaktif yang memanfaatkan analitik perilaku, intelijen ancaman, dan respons otomatis.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya Laksanakan Sosialisasi Business Intelligence Bertema “Pemanfaatan Data dan Teknologi Digital dalam Pengambilan Keputusan”

3. Sistem AI Agentik

Teknologi AI kini mulai berkembang melampaui chatbot yang hanya memberikan respons berdasarkan perintah pengguna. AI agentik dirancang sebagai sistem otonom yang dapat memahami lingkungan, menetapkan tujuan, menyusun rencana, hingga menjalankan tindakan secara mandiri.

Dalam industri telekomunikasi, misalnya, agen AI dapat digunakan untuk memantau lalu lintas jaringan, mendeteksi anomali, menemukan akar masalah, mengalihkan sumber daya, hingga menerapkan perbaikan secara otomatis.

Survei RADCOM menunjukkan sebanyak 71 persen operator jaringan berencana menerapkan teknologi AI agentik pada 2026.

4. AI Fisik

Selain AI berbasis perangkat lunak, perkembangan juga mengarah pada physical AI atau AI fisik. Teknologi ini memungkinkan sistem AI memahami kondisi dan hukum fisika di dunia nyata sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan robot maupun sistem otonom.

Pada ajang CES 2026, CEO NVIDIA Jensen Huang menyampaikan bahwa perkembangan AI untuk robotika memasuki tahap penting.

NVIDIA juga memperkenalkan Cosmos, model fondasi yang berfungsi sebagai simulator fisika berbasis pembelajaran mesin. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu memprediksi perilaku objek di dunia nyata.

Perkembangan AI fisik berpotensi mendorong penggunaan robot dan sistem otonom di berbagai bidang yang membutuhkan interaksi langsung dengan lingkungan.

Baca juga: Kenalkan Teknologi AI, UBSI Kampus Tasikmalaya Adakan Workshop Chatbot Telegram di SMAN 1 Cineam

5. Teknologi Anti-Drone

Meningkatnya penggunaan drone, baik untuk kebutuhan komersial maupun militer, turut mendorong perkembangan teknologi counter-drone atau anti-drone.

Teknologi ini dikembangkan untuk mendeteksi, melacak, serta menetralisasi drone yang dianggap mengancam area atau infrastruktur tertentu, seperti bandara, stadion, dan pembangkit listrik.

Pengembangan teknologi anti-drone semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya penggunaan drone dalam konflik Rusia-Ukraina.

Berbagai metode dikembangkan, mulai dari radar berbasis AI, gangguan frekuensi radio, spoofing GNSS, hingga sistem netralisasi otomatis.

6. Teknologi Kendaraan Otonom

Teknologi kendaraan otonom juga diprediksi semakin mendekati penggunaan secara luas pada 2026. Salah satu perkembangannya terlihat dari semakin matangnya layanan robotaxi yang mulai memasuki sejumlah pasar baru di Eropa, Timur Tengah, dan Asia-Pasifik.

Sistem berkendara otonom L2+ diproyeksikan memiliki penetrasi hingga 64 persen pada pasar mobil baru.

Perkembangan tersebut didukung oleh integrasi berbagai teknologi, termasuk AI agentik dan protokol komunikasi kendaraan-ke-segala atau V2X.

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan bertukar informasi dengan kendaraan lain, infrastruktur jalan, maupun lingkungan di sekitarnya sehingga dapat membantu kendaraan mengambil keputusan secara real-time dalam kondisi lalu lintas yang kompleks.

Baca juga: Pengenalan DICO (Digital Creative Community) di Universitas BSI Tasikmalaya: Membangun Generasi Kreatif dan Inovatif Berbasis Teknologi Digital

Enam Teknologi yang Perlu Dicermati

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pada 2026 tidak hanya berpusat pada AI dalam bentuk chatbot atau perangkat lunak.

Baterai sodium-ion, keamanan siber preemptif, AI agentik, AI fisik, teknologi anti-drone, dan kendaraan otonom merupakan sejumlah inovasi yang mulai diarahkan pada penerapan nyata.

Dikutip dari Kompas.com, perkembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari perubahan menuju era ketika teknologi tidak hanya bekerja di dalam perangkat digital, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dunia fisik dan berbagai sektor kehidupan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *