Bisnis

Prabowo Tegaskan Tolak Penjualan BUMN ke Asing, Fokus Perkuat Industri Nasional

×

Prabowo Tegaskan Tolak Penjualan BUMN ke Asing, Fokus Perkuat Industri Nasional

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempertahankan aset strategis negara dengan menolak rencana penjualan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada pihak asing. Kebijakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan milik negara.

Mengutip dari detikFinance, Prabowo mengungkapkan bahwa beberapa BUMN strategis, khususnya di sektor pertahanan, sebelumnya sempat direncanakan untuk dilepas kepada investor asing. Namun, pemerintah memilih mempertahankan perusahaan-perusahaan tersebut dan melakukan pembenahan agar mampu berkembang secara mandiri.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual! PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/7).

Menurut Prabowo, penguatan industri pertahanan mulai menunjukkan hasil positif. Ia menyebut PT PAL kini memiliki kemampuan memproduksi berbagai alat utama sistem persenjataan, termasuk kapal perang dan kapal selam yang dinilai mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca juga: Popiah: Revolusi Camilan Sehat nan Legendaris, Peluang Bisnis Kuliner yang Kembali ‘Naik Kelas’

“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, saudara-saudara sekalian,” tegas Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti perkembangan PT Pindad yang disebut berhasil memperoleh kontrak internasional untuk memasok persenjataan ke Arab Saudi.

“Sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad,” sebutnya.

Tidak hanya sektor pertahanan, pemerintah juga melakukan pembenahan terhadap BUMN di bidang transportasi udara. Prabowo menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dijual kini mulai menunjukkan perbaikan kondisi keuangan setelah dilakukan restrukturisasi.

“Garuda tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung, pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan,” katanya.

Prabowo menambahkan, laporan terbaru yang diterimanya menunjukkan sejumlah BUMN yang selama bertahun-tahun mengalami kerugian kini mulai mencatatkan keuntungan setelah dilakukan perbaikan tata kelola.

Baca juga: Peluang Bisnis Mahasiswa di Tengah Krisis Ekonomi

“Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian. Mulai untung ya,” ujarnya.

Ia menilai langkah pembenahan yang dijalankan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi bagian dari upaya membersihkan praktik korupsi dan meningkatkan efisiensi perusahaan negara.

“Saya juga merasa besar hati bangga, berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku terkejut mengetahui jumlah BUMN beserta anak usahanya mencapai lebih dari seribu perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penataan kelembagaan.

“Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menutup sekitar 240 perusahaan BUMN yang dinilai tidak produktif dan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 250 perusahaan pada akhir Juli sebagai bagian dari proses restrukturisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *