Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – UBSI Kampus Tasikmalaya bekerja sama dengan Digital Creative Community (DICO) dan Program CerMAI (Cerdas & Mahir AI) sukses menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif bertajuk “Optimalisasi Pembelajaran dan Produktivitas Berbasis AI: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Belajar di Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital mahasiswa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi yang mampu mendukung proses pembelajaran secara lebih efektif, efisien, dan bertanggung jawab.
Workshop menghadirkan Reyhan Andrea Firdaus, seorang Fullstack Developer, sebagai narasumber. Dalam sesi pemaparannya, Reyhan membahas perkembangan AI, cara kerja AI, penerapannya dalam dunia pendidikan, hingga praktik penggunaan berbagai tools berbasis AI untuk membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan, merangkum jurnal ilmiah, membuat panduan belajar, menyusun kuis, serta meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan integritas akademik. Materi juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara etis, termasuk kemampuan melakukan validasi terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI agar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Kenalkan Teknologi AI, UBSI Kampus Tasikmalaya Adakan Workshop Chatbot Telegram di SMAN 1 Cineam
Selain memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, peserta juga diajak mengenal berbagai strategi pemanfaatan AI sebagai teman diskusi, asisten riset, hingga pendukung proses belajar yang lebih interaktif. Melalui demonstrasi penggunaan berbagai platform AI, peserta mendapatkan gambaran bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses belajar tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai peluang serta tantangan penggunaan AI dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat sekaligus membangun budaya belajar yang adaptif terhadap transformasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Reyhan menyampaikan bahwa perkembangan Artificial Intelligence seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kehadiran AI sering kali ditakuti, padahal teknologi ini hadir untuk mengubah cara kita belajar menjadi lebih cerdas dan cepat, tanpa harus membuat kita berhenti berpikir kritis. Menguasai AI saat ini bukan lagi sekadar ikut tren, melainkan sebuah kebutuhan agar proses belajar dan produktivitas kita menjadi jauh lebih efektif.”
Baca juga: UBSI Tasikmalaya Gelar Workshop “Membangun Backend dan Frontend Website Dinamis”
Reyhan juga mengingatkan bahwa kemampuan menggunakan AI harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam memverifikasi setiap informasi yang dihasilkan.
“Namun, ada tanggung jawab besar di baliknya. Memerintah AI adalah sebuah keterampilan, dan memvalidasi hasilnya adalah kewajiban mutlak bagi penggunanya. Jangan biarkan kemudahan teknologi menumpulkan nalar, karena logika dan analisis kitalah yang membedakan manusia dari mesin. Ingat, AI tidak akan menggantikan manusia. Akan tetapi, manusia yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya.”
Sebagai penutup, Reyhan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan AI sebagai sarana pengembangan diri, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir.
“Jadikan AI sebagai alat untuk mengubah cara belajar menjadi lebih cerdas dan cepat tanpa kehilangan nalar kritis, karena pada akhirnya, manusia yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya.”
Melalui kegiatan ini, UBSI Kampus Tasikmalaya berharap mahasiswa mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijak sebagai pendukung proses belajar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing di era digital. Workshop Digital Kreatif ini menjadi salah satu bentuk komitmen UBSI Kampus Tasikmalaya dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengoptimalkannya untuk menciptakan inovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.









