PendidikanOpini

Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial Sejak Dini Melalui Sosialisasi “Aku Anak yang Peduli” di SDN 3 Manonjaya

×

Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial Sejak Dini Melalui Sosialisasi “Aku Anak yang Peduli” di SDN 3 Manonjaya

Share this article

Tasikmalayahitz.com, Tasikmalaya – Mahasiswa Kelompok 2 Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDN 3 Manonjaya pada Rabu, (24/6) dengan mengangkat tema “Sosialisasi Implementasi Nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Sosial Bermasyarakat.” Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas IV tersebut bertujuan menanamkan nilai empati, kepedulian, serta semangat tolong-menolong sejak usia dini melalui materi bertajuk “Aku Anak yang Peduli: Belajar Menolong dan Menyayangi Sesama.”

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan kuis edukatif yang melibatkan seluruh peserta. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa.

Ketua Kelompok 2, Ricky Araya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa untuk memahami bahwa sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu teman yang kesulitan, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga perasaan orang lain. Kami berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ricky.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Gelar Kegiatan PKM Bertema “Investasi Terbaik Adalah Agama” di SMP Negeri 1 Cikoneng

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya sikap peduli dan empati sebagai bagian dari nilai kemanusiaan yang juga diajarkan dalam Islam. Siswa diberikan pemahaman bahwa membantu sesama tidak harus melalui tindakan besar, melainkan dapat diwujudkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak peserta untuk menghindari perilaku yang dapat menyakiti orang lain, seperti mengejek, membully, atau memilih-milih teman. Melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak, siswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan penuh rasa saling menghargai.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyampaian pesan kepada siswa agar senantiasa membiasakan perilaku peduli, ramah, dan suka menolong dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui pendekatan yang interaktif dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anak.

Melalui kegiatan PKM ini, Mahasiswa Kelompok 2 Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter generasi muda yang memiliki empati, kepedulian sosial, serta akhlak yang baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *