TasikmalayaHitz-Berbuka puasa atau yang dalam istilah Arab disebut iftar, berarti membatalkan puasa setelahterbenamnya matahari. Secara syariat, waktu berbuka ditandai dengan munculnya waktu Magrib. Bagi umat Muslim, menyegerakan berbuka adalah sunah yang sangat dianjurkan agar tubuh segera mendapatkan asupan nutrisi setelah lebih dari 13 jam menahan diri.
Mengetahui jadwal buka puasa yang akurat sangat berkaitan dengan ketepatan ibadah bagi umat Muslim, khususnya di wilayah Garut dan Tasikmalaya. Ketidaktepatan waktu walau hanya satu menit dapat memengaruhi keabsahan puasa jika dilakukan sebelum waktunya.
Berikut adalah jadwal berbuka puasa untuk wilayah Garut dan Tasik pada 26 Februari 2026:
Berikut adalah parafrase dari jadwal buka puasa dan salat untuk wilayah Garut dan Tasikmalaya pada hari ke-8 Ramadan 1447 H (26 Februari 2026):
Rincian Jadwal Salat & Buka Puasa
Bagi Anda yang berada di wilayah Priangan Timur, berikut adalah ringkasan waktu penting untuk menjalankan ibadah hari ini:
| Waktu Salat | Kab. Garut | Kab. Tasikmalaya | Kota Tasikmalaya |
| Imsak | – | 04:26 WIB | 04:26 WIB |
| Subuh | – | 04:36 WIB | 04:36 WIB |
| Zuhur | 12:05 WIB | 12:04 WIB | 12:04 WIB |
| Asar | 15:09 WIB | 15:08 WIB | 15:07 WIB |
| Magrib (Buka) | 18:16 WIB | 18:11 WIB | 18:11 WIB |
| Isya | 19:22 WIB | 19:21 WIB | 19:21 WIB |
Catatan: Waktu berbuka di wilayah Kabupaten Garut cenderung lebih lambat sekitar 5 menit dibandingkan wilayah Tasikmalaya.
Panduan Doa Berbuka Puasa
Setelah seharian menunaikan ibadah puasa, Anda dapat melafalkan salah satu dari dua doa populer berikut saat waktu Magrib tiba:
-
Doa Umum (Populer di Indonesia):
-
Arab: اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
-
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
-
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Zat yang Maha Penyayang.”
-
-
Doa Sesuai Sunnah (HR. Abu Dawud):
-
Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
-
Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
-
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
-








