Pendidikan

Pasca Kunjungan Wapres, Tasikmalaya Dikepung Hujan Ekstrem: Warga Diminta Siaga ‘Payung Sebelum Mendung’!

246
×

Pasca Kunjungan Wapres, Tasikmalaya Dikepung Hujan Ekstrem: Warga Diminta Siaga ‘Payung Sebelum Mendung’!

Share this article

TasikmalayaHitz. – Riuh rendah kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Kota Tasikmalaya kemarin memang masih menyisakan cerita. Mulai dari antusiasme pedagang di Pasar Cikurubuk yang dagangannya diborong habis, hingga momen haru sekaligus getir seorang warga Ciamis yang kecopetan saat ingin melihat orang nomor dua di Indonesia tersebut. Namun, hari ini, Rabu (21/1/2026), fokus warga Tasikmalaya harus bergeser dari euforia pejabat ke waspada cuaca.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya. Suhu udara yang berkisar di angka 23 hingga 27 derajat Celsius hari ini diprediksi akan dibarengi dengan intensitas hujan sedang hingga lebat yang merata di hampir 39 kecamatan.

Revitalisasi Cikurubuk Jadi ‘PR’ Besar

Bukan hanya soal hujan, kunjungan Wapres kemarin juga menyisakan catatan penting bagi tata kota Tasikmalaya. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut mendampingi agenda tersebut, melontarkan pernyataan tegas mengenai kondisi Pasar Cikurubuk yang dianggap sudah tidak layak.

“Pasar Cikurubuk ini adalah pusat ekonomi, tapi kondisinya sudah sangat tua dan kumuh. Harus segera direvitalisasi agar pedagang dan pembeli merasa nyaman. Ini akan jadi prioritas kita ke depan,” ujar Wagub Erwan saat meninjau lokasi.

Pernyataan ini seolah menjadi angin segar bagi para pedagang seperti Mang Hamdan (59), yang berharap kunjungan simbolis kemarin berubah menjadi kebijakan nyata yang memperbaiki nasib pasar tradisional terbesar di Priangan Timur tersebut.

Di sisi lain, dengan masuknya siklon aktif yang memicu peningkatan curah hujan, warga yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rawan longsor di Kabupaten Tasikmalaya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Fenomena “hujan ekstrem” ini diprediksi tidak hanya membawa air, tapi juga potensi angin kencang.

“Bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah, jangan lupa siapkan jas hujan atau payung. Pantau terus kanal informasi resmi agar tidak termakan hoaks soal bencana,” ungkap salah satu petugas BPBD setempat.

Sambil menunggu realisasi janji pemerintah soal revitalisasi pasar dan bantuan sosial, hari ini warga Tasik tampaknya harus lebih dulu ‘berdamai’ dengan langit yang masih muram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *