TeknologiPendidikan

UBSI Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Mendukung Pertanian Perkotaan Berkelanjutan

187
×

UBSI Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Mendukung Pertanian Perkotaan Berkelanjutan

Share this article
Tampilan Aplikasi SIKECE

TasikmalayaHitz, — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkenalkan hasil penelitian strategis bertajuk “Pengembangan Model Kecerdasan Buatan untuk Pertanian Perkotaan Berkelanjutan Berbasis Internet of Things (IoT) dengan Pendekatan Komputasi Tepi (Edge Computing)”. Riset ini menghasilkan sistem inovatif bernama SIKECE – Sistem Kebun Cerdas, yang ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan di Indonesia. Penelitian ini digagas oleh dosen UBSI yaitu Saeful Bahri selaku ketua peneliti, Miftah Farid Adiwisastra sebagai anggota, dan dibantu oleh dua orang mahasiswa yaitu Habib Umar dan Rahadi Ramdan.

Pertanian perkotaan di Indonesia menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan lahan, perubahan iklim, hingga rendahnya adopsi teknologi modern. Untuk menjawab tantangan tersebut, UBSI mengembangkan model kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan perangkat IoT dan diproses melalui komputasi tepi. Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk bekerja secara real-time, responsif, dan lebih hemat biaya. Dengan memproses data langsung di perangkat, teknologi edge computing meminimalkan ketergantungan pada server dan internet, sehingga sistem tetap dapat beroperasi meski berada pada kawasan dengan infrastruktur digital terbatas.

Inovasi penelitian ini diwujudkan melalui pengembangan sistem SIKECE, aplikasi kebun cerdas yang menawarkan sejumlah kemampuan, antara lain: pemantauan kondisi tanaman secara real-time, pengendalian otomatis pompa irigasi dan nutrisi, pengolahan data sensor melalui edge computing untuk analisis cepat, rekomendasi berbasis AI untuk meningkatkan kualitas hasil tanam, antarmuka mobile yang mudah diakses oleh masyarakat dan komunitas urban farming.

Sistem ini dikembangkan agar bisa digunakan di berbagai skala, mulai dari kebun rumahan hingga usaha pertanian kota skala kecil. Penelitian ini mencatat sejumlah capaian penting, antara lain: pengembangan model AI terintegrasi IoT untuk pengambilan keputusan otomatis, penerapan edge computing untuk mempercepat respons sistem, prototipe SIKECE yang siap diuji lebih luas, penerbitan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dokumentasi kegiatan dan uji lapangan yang menunjukkan efektivitas sistem. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mudah diadopsi masyarakat guna mendukung ketahanan pangan di perkotaan.

Tim sedang berdiskusi untuk Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Mendukung Pertanian Perkotaan Berkelanjutan

Ketua tim peneliti, Saeful Bahri, menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan langkah nyata UBSI dalam mendorong inovasi teknologi di sektor pertanian modern.

“Pengembangan SIKECE merupakan komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kami ingin menjadikan teknologi kecerdasan buatan dan IoT sebagai solusi yang terjangkau untuk meningkatkan efisiensi urban farming. Dengan memanfaatkan komputasi tepi, sistem dapat bekerja lebih cepat, hemat data, dan tetap andal meskipun koneksi internet terbatas. Kami berharap hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong budaya pertanian modern di perkotaan Indonesia.”

 

Universitas Bina Sarana Informatika merupakan perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan riset terapan dan inovasi teknologi. Melalui berbagai program penelitian, UBSI terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang teknologi digital, pertanian modern, dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *